Jangan Seperti Qarun | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Jangan Seperti Qarun

225 kali dilihat

Harta itu katanya sebuah kenikmatan. Tapi justru pada hakekatnya, harta banyak jadi cobaan bagi kita. Asli! Karena terbukti begitu kita memiliki harta kadang banyak dari kita yang lalu menjadi seseorang yang lain. Nggak hanya itu saja bahkan selanjutnya orang terdekatpun juga terasa seperti orang lain karena harta. Intinya banyak dari kita yang jadi sombong karena harta. Banyak dari kita juga yang memandang orang lain sebelah mata karena harta. Keluarga jadi orang jauh, teman dan sahabat bahkan juga bisa jadi musuh. Bahkan Allah sekalipun, Robb kita yang memberikan harta kepada kita itu, tidak lagi kita pandang bahkan kita lupakan, karena kita yang menganggap bahwa semua adalah karena hasil dari kerja keras kita saja. Semua karena harta, dan mabuk harta yang telah menguasai pikiran dan hati kita.

Jangan seperti itu, kawan!. Cukuplah Qarun menjadi contoh nyata orang yang bernasib mengenaskan karena kesombongannya atas harta. Kisahnya bisa kita baca, karena telah tertulis abadi di dalam Al Quran (yang artinya), “Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri". (Qs. Al Qasash: 76)

Karena harta juga Qarun jadi “mabuk” dan terlena. Semua itu membuatnya buta dari kebenaran dan tuli dari nasihat-nasihat orang mukmin. Bahkan ketika mereka meminta Qarun untuk bersyukur kepada Allah atas segala nikmat harta kekayaan dan memintanya untuk memanfaatkan hartanya dalam hal yang bermanfaat, kabaikan dan hal yang halal kerana semua itu adalah harta Allah, ia justru menolak seraya mengatakan, 

“Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku". Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.( Qs. Al Qasash: 78)

Begitu sombong dan angkuhnya Qarun, seakan dengan harta dia bisa berbuat apapun yang dia mau termasuk melakukan kesombongan di depan orang lain. Tapi ternyata kenyataan berkata lain. Fakta yang ada justru adalah dia mendapat akhir hidupnya yang benar-benar menyedihkan. Dia mati tenggelam terkubur bersama hartanya di sebuah danau bernama Bahirah Qarun.

Kawan, bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin. Termasuk memberikan kita banyak harta dan lalu mengambilnya kembali dalam sekejab mata. Kita sebagai manusia sama sekali nggak berdaya di hadapan Allah. Maka dari itu sangatlah lucu saat kita merasa sangat digdaya hanya karena saat ini kita sedang dikelilingi harta. Lalu kita berbuat semena-mena yang kita suka. Jangan pancing Allah murka. Karena ketika Dia telah murka maka kitapun bisa bernasib yang sangat menyedihkan. Salah satunya seperti Qarun yang kisah abadinya telah tertulis abadi di dalam Al Quran tadi.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE