Jangan Sok Suci, Merunduklah | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Jangan Sok Suci, Merunduklah

996 kali dilihat

Allah berkehendak memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendakinya. Suka-suka Allah saja, ingin diberikan kepada siapa. Ia yang paling berhak. Ia yang lebih maha tau tentang segala yang kita tidak tau.

Tapi entah kenapa, ketika kita melihat saudara kita belajar lebih baik dan atau telah mendapatkan hidayah Allah, kalimat sinis kadang sering kita ucapkan. “Duh, sok suci.

Kita merasa seakan lebih baik, dan merasa lebih pantas untuk di panggil yang terbaik. Kita kadang iri dengan kesuksesan orang lain, dalam bertaubat dan belajar lebih baik. Sering kali kita tidak dapat terima jika seseorang bisa lebih baik daripada kita. Seringnya tidak suka kalo orang kelihatan lebih berhasil dalam banyak hal daripada kita.

Padahal hati yang tulus, bersih dan baik seharusnya ikut berbahagia atau mendoakan semoga saudaranya mendapatkan apa yang ia cita-citakan. Semoga saudaranya berhasil mendapatkan kemuliaan yang lebih disisi Allah, dan semoga saudaranya menjadi orang yang lebih baik di masa depan.

Sebaliknya, seseorang yang sibuk memberi komentar orang lain “Duh sok suci”, secara tidak langsung telah menunjukkan pada dirinya sendiri dan orang lain, bahwa di waktu itu ia telah terkena penyakit hati. Kualitas akhlak dan hatinya sebenarnya lebih rendah daripada orang yang dikomentarinya.

Kadang kita tahu jika komentar itu bisa menyakiti saudara kita. Saudara kita, mungkin juga merasa sakit. Tapi tahukah kita, bahwa saat itu Allah bersamanya. Allah bersamanya karena kesabarannya. Sedangkan kita, hal buruk bersama kita. Mengipas-ngipas rasa sakit hati, iri dengki kita agar makin bertambah dan bertambah. Itulah sejatinya kualitas kita. Sayang sekali, bukan?

Karena itu, tidak perlu bingung dengan hidup orang lain. Cukup mendoakan, mendoakan dan mendoakan ketika mereka belajar lebih baik dari sekarang. Lebih baiknya lagi, ketika kita justru mencontohnya, atau malah berlomba-lomba untuk menjadi lebih baik, seperti yang telah difirmankan Allah Subhanahu wata’ala di dalam Alquran,

Berlomba-lombalah kamu kepada(mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang lebarnya selebar langit danbumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah danrasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yangdikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Hadiid: 21)

Jangan sampai, sikap menyalahkan diri sendiri. Bukan orang lain yang akan rugi, melainkan kualitas diri kita sendiri yang akan nampak. Fokus pada perbaikan diri kita, masih ada waktu dan kesempatan. Semoga kita bisa lebih baik di masa depan. Aamiin.

 

 

 

 

Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE