Jika Dengki Itu Hadir | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Jika Dengki Itu Hadir

145 kali dilihat

Namanya manusia pasti nggak akan pernah lepas dari salah dan lupa. Dan yang namanya setan juga nggak akan pernah cuti buat selalu mengompori kita biar kita sesat dan bahkan semakin sesat dari hari ke hari. Salah satu cara mereka adalah dengan menempelkan sebuah penyakit hati dalam diri kita. Kita yang kadang lupa mengingat Allah lalu menganggap kesalahan itu biasa saja buat dilakukan, sehingga kita terbiasa melakukannya, hingga kita nggak sadar bahwa tumpukan dosa kita jadi makin banyak dan kita telah tersesat jauh dari jalan Allah.

Salah satu penyakit hati itu adalah dengki, yaitu membenci kenikmatan yang diberikan Allah kepada orang lain dan ingin agar orang tersebut kehilangan kenikmatan itu. Dan jangan salah kawan, penyakit dengki yang disimpan lama di dalam hati, akan berakibat buruk untuk diri kita. Contoh nyatanya adalah yang terjadi antara Habil dan Qabil yang merupakan anak-anak Nabi Adam. Salah satu dari mereka akhirnya membunuh salah lainnya karena disebabkan rasa dengki ini. Dan kisah tersebut telah sukses tercatat dalam sejarah yaitu Qabil yang akhirnya disebut sebagai pembunuh. Dan asli, sebutan pembunuh itu sama sekali nggak keren alias buruk banget.

Benar benar, semua kejahatan yang kita lakukan ternyata nggak akan ada yang gratis. Semua itu bisa terjadi salah satunya karena adanya rasa dengki yang kita pelihara di hati kita. Efeknya buruk dan kerugiannya akhirnya kembali kepada diri kita sendiri. Apalagi kalau acara dengki mendengki itu sampai melibatkan kegiatan fitnah atau kasak kusuk yang membuat nama baik orang lain jadi hancur. Rasul telah bersabda, (yang artinya), “Tidak ada seorang pun yang menghinakan seorang muslim di satu tempat yang padanya ia dinodai harga dirinya dan dirusak kehormatannya melainkan Allah akan menghinakan orang (yang menghina) itu di tempat yang ia inginkan pertolongan-Nya. Dan tidak seorang pun yang membela seorang muslim di tempat yang padanya ia dinodai harga dirinya dan dirusak kehormatannya melainkan Allah akan membela orang (yang membela) itu di tempat yang ia menginginkan pembelaan-Nya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ath-Thabrani)

Maka jika dengki dengan kenikmatan yang dimiliki oleh seseorang itu datang kepada kita, maka banyak-banyalah ingat bahwa sebenarnya dunia ini hanyalah cobaan saja, kawan. Dan dalam kenikmatan yang dia dapatkan itupun ada cobaan bagi diri dia.

Jangan silau dengan apapun yang dimiliki orang lain. Ibarat kata, “rumput tetangga memang akan selalu nampak hijau”. Kita memang akan selalu punya kecenderungan untuk ingin menjadi seperti orang lain yang kita lihat lebih segalanya dari pada kita. Padahal sekali lagi, sebenarnya nggak selalu jika menjadi mereka maka kita akan bahagia. Dunia ini nggak sempurna, pun dengan kehidupan mereka. Kebahagiaan mereka nggak akan pasti seratus persen. Pasti akan ada celah dimana mereka merasa berat, dan nggak bahagia.

Karena itu, dari pada sibuk melirik hidup orang lain dan atau menyimpan dengki yang berujung nggak penyesalan seperti kisah Qabil tadi, lebih baiknya adalah kita banyak menghitung-hitung apa yang sudah kita miliki dan tersenyum dengan kebahagiaan kita sendiri, lalu mengaitkannya dengan banyak rasa syukur kepada Allah.

Jangan hanya selalu melihat kekurangan, karena hanya akan membuat kita menjadi kufur nggak terukur. Selain itu juga membuat kita rakus dengan dunia yang nggak bakal ada habisnya ini.  Dan kitapun akan jadi orang yang merugi. Selalu menyimpan rasa dengki akan membuat kita jadi orang jahat yang pastinya nggak akan punya tempat dimana-mana. Secara, orang yang dengki akan cenderung melakukan tindakan merusak nama baik, dan menghinakan orang yang didengkinya. Dengan cara itu dia membayangkan akan merusak citra orang yang didengkinya. Dan sebaliknya, mengangkat citra, dan nama baik dirinya sendiri. Maka berhati-hatilah jika rasa dengki itu mulai datang dalam hati kita.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE