Kandungan Arti Sebenernya dalam Lafadz Alhamdulillah | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Kandungan Arti Sebenernya dalam Lafadz Alhamdulillah

435 kali dilihat

Allah Ta’ala menciptakan lidah kita sebagai nikmat yang tak terkira nilainya. Dengan adanya lidah, kita bisa berkomunikasi serta menyampaikan apa yang terpikir di pikiran kita dan yang terlintas dihati kita. Namun lidah juga bisa menjadi “senjata” yang mematikan jika kita membiarkan dan tidak mengendalikannya. Dia bisa membuat kita terjerumus dalam suatu masalah, dan atau menjadi sumber dosa yang tak terhingga. Semua tergantung pilihan sikap yang kita pilih.

Dan sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya kita banyak-banyak menggunakan lidah kita untuk kebaikan sebagai rasa syukur kita kepada Allah. Salah satunya adalah dengan berdzikir dan berdoa dengan ucapan “alhamdulillah” yang artinya “segala puji hanya milik Allah”.

Keutamaan lafadz alhamdulillah disebutkan di dalam hadits berikut, “Dari Abu Malik al-Asy’ary dia berkata, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (yang artinya),

“Bersuci adalah setengah iman, Alhamdulillah (Segala puji Bagi Allah) memenuhi timbangan, dan Subhanallah Walhamdulillah (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya) memenuhi antara tujuh langit dan bumi.” (HR. Muslim).

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, (yang artinya), “Sebaik-baik dzikir adalah (membaca) lâ ilâha illallâh. Dan sebaik-baik doa yaitu alhamdulillah." (HR. Al-Bukhari).

Lafadz Alhamdulillah ini disunnahkan dibaca setelah sholat sebanyak 33 kali dan juga sebelum tidur 33 kali. Selain itu, kita juga disunnahkan mengucapkan alhamdulillah setelah bersin atau alhamdulillah ‘ala kulli haal (HR. Bukhari).

Dan ketika kita mendengar ada orang yang bersin dan lalu berucap alhamdulillah, maka kitapun harus memberikan do’a kepadanya, yaitu yarhamukallah” yang artinya “Semoga Allah merahmatimu.”

Jika sudah mendapatkan do’a ini, maka orang yang bersin tadi membaca “yahdikumullah wa yuslih baalakum’ yang artinya, “Semoga Allah memberi petunjuk dan memperbaiki keadaanmu.”

Dan terdapat pula sebuah amal yang nampaknya sepele, namun ternyata menjadi sebab kita mendapatkan ridha Allah, yaitu berucap Alhamdulillah ketika kita selesai makan dan minum. Dari Anas bin Malik, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ridha terhadap seorang hamba yang menikmati makanan lalu memuji Allah sesudahnya atau meneguk minuman lalu memuji Allah sesudahnya.” (HR Muslim)

Dari Mu’adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (yang artinya), Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Tirmidzi)

Tak hanya itu saja, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam juga mengajarkan kepada kita ketika tertimpa musibah atau melihat sesuatu yang tidak menyenangkan, untuk tetap memuji Allah.

Dari Aisyah, kebiasaan Rasulullah jika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan “Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat”. Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal. (HR Ibnu Majah)

Semoga Allah senantiasa menjadikan kita sebagai pemilik jiwa-jiwa yang senantiasa bersyukur dan banyak mengingatNya di dalam keseharian kita.



RELATED ARTICLE