Kapan Dewasa? | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Kapan Dewasa?

214 kali dilihat

Makin hari kita makin nambah umur. Artinya kita juga tambah tua, dan durasi hidup kita juga makin berkurang. Sadar nggak sadar, tubuh jadi nggak sekuat dulu lagi, dan eh si uban juga sudah mampir aja dikepala.

Tapi apa kita juga makin dewasa? Emang perlu jadi dewasa? Kalau kita bilang sih perlu. banget, malah. Secara, kan lihat tuh kalau ada anak kecil bebas merdeka aja tanpa beban, seperti dia akan hidup selamanya. Tapi ketika seseorang jadi dewasa otomatis dia makin mengerti tentang tanggung jawab, makin fokus dengan apa yang akan dicapai, dan terutama makin bijak menyikapi hidup. Paling nggak, sudah terlewatilah masa alay atau labil ala-ala anak ABG dulu. Dan yang paling asyik adalah rasa malu juga makin bertamah dan rasa tahu diri dan tahu umur juga makin hadir juga.  

Eh, tapi ternyata nggak selalu begitu loh episode yang dilewati mereka yang semakin menua. Makanya ada istilah “tua-tua keladi” atau “bocah tua nakal” alias makin tua makin bandel. Kalau bandelnya ke arah positif, oke lah. Yang jadi masalah adalah kalau makin tua tapi makin nambah maksiatnya. Lah kapan jadi taubatnya?

Kalau yang begini pastinya sangat disayangkan kalau terjadi. Karena dengan menjadi semakin dewasa, kita juga akan dijadikan contoh bagi anak-anak dan orang-orang yang leih muda disekitar kita.

Dulu, para ulama salaf ketika mencapai umur 40, juga lebih merutinkan diri untuk lebih-lebih banyak berbuat baik dan menjadikan hari-harinya tersebut sebagai hari-hari terbaik dalam hidupnya. Di dalam Al Quran tertulis, (yang artinya) 

"Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri"." (Qs. Al-Ahqaf: 15)

Ayat di atas menandakan bahwa saat seseorang sudah menginjak usia 40 tahun, hendaknya ia mulai meningkatkan rasa syukurnya kepada Allah. Selain itu, ia juga memohon kepada-Nya, agar diberi hidayah, taufik, dibantu, dan dikuatkan agar bisa menegakkan rasa syukur selalu dalam hidupnya.

Kawan, usia 40 tahun ternyata juga sangat baik untuk jadi titik tolak dan waktu untuk merutinkan taubat dan penyesalan kita atas dosa-dosa dan kufur nikmat selama hidup kita dulu. Karena pada usia tersebut, kita akan telah banyak merasakan nikmat-nikmat Allah, tapi kadang nggak sebanding dengan rasa syukur yang kita lakukan.  Maka umur kita selanjutnya akan lebih berkah dengan tumbuhnya istighfar dan taubat kepada Allah. 

Jadi jika Allah nanti mengijinkan kita untuk mencapai usia 40, semoga kita nggak masih disibukkan dengan haha hihi aja, alias masih main-main saja dan nggak fokus dengan hidup dan memperbaiki ibadah kita kepada Allah. Karena kalau seperti itu maka pasti akan “lucu” lah diri kita ini.  

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE