Kapan Terakhir Kali Kita Berpikir Tentang Kematian? | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Kapan Terakhir Kali Kita Berpikir Tentang Kematian?

228 kali dilihat

Semua di dunia ini nggak akan abadi. Kesenangan kita nggak akan selamanya. Bahagia kita juga nggak akan seterusnya. Dalam satu detik, semuanya bisa langsung berubah bahkan hilang saat si “pemutus” itu datang. Dia bernama kematian, dan dia pasti datang.

Penting buat kita tanya sama diri sendiri. Kapan terakhir kali kita mikir tentang kematian itu? Hari dimana kita akan pergi meninggalkan semua yang kita sayangi, dan melepaskan semua yang kita miliki. Tidak ada lagi teman, tidak ada lagi kawan, tidak ada hingar bingar, dan tidak ada sumber pertolongan. Kita hanya bergantung kepada Allah saja. Ya, saat itu nasib kita benar-benar berada di tangan Allah saja.

Lalu tiba-tiba malaikat mendatangi kita. Tahu nggak tahu kita kudu menjawab pertanyaannya. Siapa Tuhanmu, apa agamamu, apa kitabmu, dan lain sebagainya. Siap nggak siap kita kudu lanjut. Nggak ada lagi jalan buat balik, apalagi berlari dan mengadu.

Kapan terakhir kali kita berpikir tentang semua itu? Kapan terakhir kali kita sibuk memikirkan akan datangnya hari besar kita itu? Kapan terakhir kali kematian itu mengingatkan kita tentang rasa lupa kita yang sudah terlalu jauh?

Ingat atau nggak ingat, kita mikir ataupun nggak mikir, tapi kematian pasti akan datang kepada kita. Tanpa permisi, dan tanpa buat janji.

Saat itu, kita nangis pun nggak guna. Kita menjeritpun nggak akan ada yang mendengar. Kita merajuk minta balik ke duniapun juga nggak mungkin. Yang ada kita harus tetap maju, dan berjalan menuju dimensi yang lain. Siap nggak siap, mau nggak mau. Akan begitulah ceritanya.

 Lalu kenapa kita masih saja terlalu larut bahkan terlena dengan dunia. Dunia nggak ada habisnya. Jangan mengambil terlalu banyak tentang dunia. Karena jika tidak, hal itu justru akan menenggelamkan kita lebih dalam, sampai-sampai kita nggak ingat lagi tentang kematian.

Padahal dunia akan kita tinggalkan. Dan kematian adalah sebuah kepastian. Maka jangan salah memilih sikap! Bersiaplah untuk kematian. “Pemutus” nikmat dunia yang pasti bakal datang pada kita semua. Kumpulkan amal kebaikan untuk bekal kita sebanyak-banyaknya. Karena akan datang perjalanan abadi kita. Abadi, atau yang berarti SELAMANYA. Dia akan datang. Dia pasti datang. Tanpa permisi, dan tanpa buat janji.

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. " (QS. Al-Imran:185)

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE