Kasih Ibu Sepanjang Masa | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Kasih Ibu Sepanjang Masa

737 kali dilihat

Ibu, makhluk Allah ini adalah gambaran kasih sayang bagi kita. Dialah yang mengandung, mengasuh, merawat kita dari kita lahir, bahkan sampai mati. Seorang guru yang pertama, selalu paling tulus membantu dan menerima keadaan kita dalam bagaimanapun kondisi kita. Sama sekali tanpa bayaran, malah doa yang ia panjatkan. Agar kita selalu dimuliakan oleh Allah SWT.

Ibu, air susunya tidak akan mampu kita beli dengan apapun. Kerja kerasnya tidak akan mampu kita balas. Pengorbanannya tidak akan bisa kita hargai dengan apapun. Dia rela mengorbankan segalanya demi keluarga yang dicintainya. Ibu, adalah makhluk termulia dalam hidup kita.

Bahkan Rasulullah SAW bersabda ketika ada seorang laki-laki yang bertanya kepadanya, "Wahai Rasulullah, siapakah yangpaling berhak untuk kuperlakukan dengan baik?”

Beliau bersabda, “Ibumu,” Orang tersebut bertanya lagi ”Kemudian siapa?” Beliau bersabda, ”Ibumu.” Orang tersebut bertanya lagi, ”kemudian siapa?” Beliau bersabda, ”Ibumu.” Orang tersebut bertanya lagi, ”kemudian siapa?.” Beliau bersabda, ”Bapakmu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hijabers, masihkah juga kita ingat tentang kisah Nabi Musa? Ibunya yang dengan ikhlas menjalankan perintah Allah untuk menghanyutkan nabi Musa, walau nabi Musa saat itu masih bayi. Suatu hal yang memang jika dinilai dengan nalar atau batin seorang ibu, pastilah tidak akan tergapai. Namun begitulah keikhlasan yang ada dalam hati para ibu, demi menyelamatkan anaknya.

Hal yang sama juga terjadi pada ibu Imam syafii. Beliau yang rela melepas anaknya untuk merantau untuk mendapatkan ilmu. Walau dengan linangan air mata, sang ibu rela dengan harapan dan doa, bahwa anak-anak mereka kelak akan menjadi seorang yang sukses.

Sejarah juga mencatat tentang perjuangan seorang diri yang dilakukan oleh Siti Hajar saat pergi mendaki Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali, demi mencarikan air untuk anaknya Ismail yang kehausan. Dia tidak perduli bagaimana pun lelahnya, dia tetap saja mencari. Sampai datanglah pertolongan Allah, lewat kaki kecil Ismail yang lalu memancarkan air di bawahnya.

Seorang ibu akanmelakukan apapun demi kebahagiaan anaknya. Walaupun perjuangan itu berartimengorbankan diri mereka sendiri. Seorang ibu tanpa mengenal lelah akan tetap berjuang demi anak-anaknya. Bagi mereka kebahagiaan anak-anaknya adalah yangpaling utama.

Hijabers, namun berapa banyak para ibu saat ini yang terlantar dimasa tuanya? Anak-anak yang dulu digendong dan disayangnya kini telah sibuk dengan hidupnya sendiri. Mereka susah sekali menyisakan waktu untuk sekedar menyapa ibunya. Alasan jarak dan waktu dijadikan alasan. Ibu yang dulu mampu mengasuh beberapa anaknya, kini anak anak itu seorang pun tidak mampu merawat ibu mereka di masa tuanya.

Semoga hal ini tidak terjadi kepada para ibu kita. Semoga hati kita tergerak untuk menjaga ibu kita dan menyenangkannya di hari tuanya nanti. Mari, selagi kita masih ada umur kita bahagiakan ibu kita, semampu kita. Jangan sampai saat Beliau sudah tidak ada kita baru tersadar dan hanya bisa menangis menyesali waktu yang tidak bisa diputar kembali. Sungguh, surga itu ada ditelapak kaki mereka, yaitu ibu kita, selamanya.

 

 

 





Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE