Kata Kotor dan Kasar Menyeret Kita Ke Neraka | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Kata Kotor dan Kasar Menyeret Kita Ke Neraka

529 kali dilihat

Teko hanya mengeluarkan isinya, itulah kiasan yang menggambarkan tentang kualitas kata-kata kita yang lalu mencerminkan pula keadaan hati kita. Jika hati kita bersih, lembut dan dipenuhi oleh iman kepada Allah, maka kata-kata yang keluar dari mulut kita adalah yang baik, lembut dan mendamaikan. Hal ini karena memang Allah adalah satu-satunya sumber kebaikan. Sebaliknya orang yang suka berkata buruk, kasar, dan menyakiti hati orang lain sebenarnya seperti itulah kualitas hatinya pula. Dan untuk kita ketahui bersama bahwa Allah membenci manusia seperti itu. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, (yang artinya),

"Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nisaa: 4).

Hijabers, walaupun kata-kata itu seperti pedang, namun anehnya banyak orang menganggap enteng dengan apa yang mereka ucapkan. Mereka tidak terpikirkan bahwa justru hal "sepele" itu bernilai besar dihadapan Allah. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wa Sallam bersabda, (yang artinya),

"Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan amalannya seseorang mu'min besok pada hari kiamat daripada baiknya budipekerti dan sesungguhnya Allah itu membenci kepada seorang yang kotor serta rendah kata-katanya, yakni yang senantiasa memperbincangkan kemesuman, kejahatan dan Iain-Iain."  (HR. Tirmidzi).

Bahkan Beliau Salallahu 'alaihi Wa Sallam juga mengabarkan bahwa jika kita memang benar mengaku beriman kepada Allah dan meyakini hari akhir, maka kita harus sangat berhati-hati dengan lidah kita.

Rasulullah Salallahu 'alaihi Wa Sallam (SAW) bersabda, (yang artinya), "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya berbicara baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sungguh besar ternyata urusan lidah kita ini. Bahkan pun bisa membuat kita terseret ke neraka jahanam jika kita tidak mampu mengkontrolnya dengan baik dan malah membuatnya sebagai sumber maksiat. Dari Muadz ibn Jabal kita bisa belajar. Ia pernah berkata “Aku berkendara dengan Rasulullah SAW. sampai lututku bersentuhan dengan lututnya, kami berkendara bersama, kemudian aku bertanya kepadanya beberapa pertanyaan tentang shalat, sedekah, dan iman. Wahai Nabi Allah, katakanlah kepadaku tentang amal baik yang akan mendekatkanku kepada surga dan menjauhkanku dari neraka.”

Rasulullah SAW. bersabda “Wahai Muadz, sesungguhnya kau telah bertanya tentang sesuatu yang baik. Haruskah aku memberitahumu sesuatu, yang mencakup semua yang kusebutkan?”

Muadz ibn Jabal R.A. berpikir “Tentu saja ya Rasulullah SAW. Amal apakah itu?” Rasulullah S.A.W. dengan jarinya yang mulia, menunjuk ke arah lidahnya dan berkata kepada Muadz ibn Jabal “Jagalah ini.”

Muadz ibn Jabal R.A. berkata “Wahai Rasulullah, akankah kita dipertanggungjawabkan dan ditanyakan perihal lidah kita?” Dia bertanya karena terkejut.

Rasulullah S.A.W. bersabda “Wahai Muadz, kupikir kau adalah orang yang paling pintar. Apakah ada sebab yang akan menyebabkan wajah orang-orang terjatuh ke dalam neraka jahannam, selain apa yang lidah mereka ucapkan?”

Hijabers, sebagai muslimah yang pandai, kita tentu tidak mau berinvestasi sesuatu yang merugikan, bukan? Apalagi untuk kehidupan yang selama-lamanya, kekal dan abadi. Karena itu, mari kita belajar untuk memiliki kontrol diri yang baik terhadap diri dan lidah kita, agar kehidupan kita nanti tidak berakhir menyedihkan. Karena secantik apapun seseorang, kecantikannya justru akan hilang jika mulutnya "tidak cantik" karena hobi mengumpat, mencela, dan mengeluarkan kata-kata kotor. Apalagi yang demikian itu justru sangat dibenci Allah dan Rasulnya pula. “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela. (QS. Al Humazah: 1).

Semoga Allah memberikan perlindungan kepada kita dari menjadi manusia seperti itu. Aamiin.



RELATED ARTICLE