Kebaikan Dalam Mengkontrol Amarah | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Kebaikan Dalam Mengkontrol Amarah

312 kali dilihat

(DiaryHijaber.com) - Setiap manusia pasti memiliki nafsu dan emosi. Namun jika kita tidak bisa mengendalikan semua itu, maka setan akan ikut menungganginya dan menjadikannya sarana untuk membuat kerusakan, permusuhan, dan kekacauan. Mengingat begitu pentingnya kontrol emosi dan kontrol diri kita tersebut, maka ketika ada seseorang yang meminta sebuah nasehat kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam, beliau hanya mengatakan “Jangan marah.” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah.” (HR. Bukhari).

 

Dahulu juga ada seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.” Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.” (HR. Thabrani)

 

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rohimahulloh mengatakan, “Bukanlah maksud beliau adalah melarang memiliki rasa marah. Karena rasa marah itu bagian dari tabi’at manusia yang pasti ada. Akan tetapi maksudnya ialah kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah. Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan dampak yang tidak baik. Sesungguhnya kemarahan adalah bara api yang dilemparkan oleh syaithan ke dalam lubuk hati bani Adam. Oleh sebab itulah anda bisa melihat kalau orang sedang marah maka kedua matanya pun menjadi merah dan urat lehernya menonjol dan menegang. Bahkan terkadang rambutnya ikut rontok dan berjatuhan akibat luapan marah. Dan berbagai hal lain yang tidak terpuji timbul di belakangnya. Sehingga terkadang pelakunya merasa sangat menyesal atas perbuatan yang telah dia lakukan.”

 

Hijabers, jika kita bisa berbuat kebaikan, kenapa harus memilih melakukan sikap yang nantinya malah membuat diri kita sendiri menyesal di kemudian hari?

 

Dan tahukah kita bahwa orang yang hatinya dekat kepada Allah tidak akan gampang marah, atau dibuat marah. Karena hati kita hanya satu, dan ketika telah dipenuhi dengan iman, maka yang lainpun akan tergeser. Jiwa orang- orang beriman tersebut teduh, dan hati mereka damai karena dengan rahmat Allah.

 

Hal ini jelas berbeda dengan mereka yang jauh atau menjauhi Allah. Jiwa mereka yang kosong, iman mereka yang tipis, dan ilmu mereka yang sedikit malah semakin akan menggiring mereka menuju ketidaktahuan dan kegalauan tentang tujuan hidup. Akibatnya setan setiap saat dengan gampang akan mengendalikan mereka lewat kemarahan yang tak terkendali.

 

Sebagai seorang mukmin, cukuplah pandangan Allah yang setiap saat ada itu, yang membuat kita malu. Malu apabila kita menjadi hamba yang selalu lepas kontrol, liar dan hanya mampu merendahkan kualitas diri kita sendiri karena tidak mampu mengendalikan emosi kita. Karena itu, mari kita bersama- sama belajar menjadi lebih baik karena Allah dan dengan tuntunan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, mumpung kita masih muda dan masih diberi kesempatan untuk menjadi lebih baik. Seperti yang dipesankan oleh Syaikh As Sa’di rohimahulloh, bahwa “Sebaik-baik orang ialah yang keinginannya tunduk mengikuti ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan sejelek-jelek orang ialah yang suka melampiaskan hawa nafsu dan kemarahannya”

 



RELATED ARTICLE