Kebenaran dari Arti Sebuah Mimpi | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Kebenaran dari Arti Sebuah Mimpi

377 kali dilihat

Banyak orang bilang, mimpi adalah sekedar “bunga tidur” atau hal yang biasa dialami oleh orang yang tidur, dan tidak memiliki arti apapun. Karena  mimpi yang hadir dalam tidur kita bisa saja dipicu oleh banyak hal. Salah satunya adalah adanya rangsangan dari luar berupa bunyi atau suara, posisi tidur kita bahkan bau yang tercium, yang kemudian diolah oleh tubuh hingga masuk ke dalam pikiran dan mimpi kita.

Namun tak jarang juga ada orang menganggap mimpi adalah petunjuk yang diberikan Allah kepadanya. Baik dan buruknya bahkan sampai menjadi pikirannya dan mempengaruhi hari- harinya. Mereka lalu berupaya untuk mencari arti dari mimpi tersebut, dengan bertanya kepada orang yang mereka anggap memiliki ilmu tentang mimpi tersebut.

Hijabers, lalu bagaimana sebenarnya Islam memandang sebuah mimpi tersebut? Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  memang pernah menjelaskan perihal sebuah mimpi. Dari ‘Auf bin Malik, beliau SAW bersabda: “Sesungguhnya mimpi itu ada tiga macam, diantaranya mimpi-mimpi buruk yang menakutkan yang datang dari setan untuk membuat sedih anak Adam, diantaranya pula perkara yang menggelisahkan seseorang ketika terjaga kemudian terbawa dalam mimpinya, dan diantaranya pula satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Majah).

Hijabers, dari sabda beliau tersebut kita bisa belajar bahwa mimpi buruk itu adalah berasal dari setan maka kita tidak perlu menafsirkan atau menceritakan kepada orang lain. Dari Jabir berkata,”Telah datang seorang lelaki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata; Ya Rasulullah! Aku bermimpi kemarin seakan-akan kepalaku di penggal, bagaimana itu?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun tertawa, beliau bersabda: "Apabila setan mempermainkan salah seorang dari kalian di dalam tidurnya, maka janganlah dia menceritakannya kepada orang lain.” (HR. Muslim).

Jika mimpi kita ternyata membuat kita gelisah bisa jadi hal tersebut hanyalah perkara yang menggelisahkan kita sebelum kita berangkat tidur, yang terus menerus kita fikirkan sehingga terbawa ke alam mimpi kita.

Adapun bila yang kita mimpikan adalah hal yang baik, maka hendaklah kita menceritakannya. Karena bisa jadi hal itu adalah petunjuk dari Allah.

Dan satu hal yang harus kita ketahui pula tentang mimpi Hijabers, bahwa Allah Subhanahu Wata’ala sangat melarang kita untuk berbohong mengenai mimpi. Lewat lisan Rasulnya yang mulia, dikabarkan bahwa, “Barangsiapa menyatakan sebuah mimpi yang dia tidak bermimpi dengannya maka dia akan dibebani untuk membuat simpul dengan dua helai rambut padahal dia tak akan bisa melakukannya. Barangsiapa yang mencuri dengar pembicaraan suatu kaum padahal mereka tidak menyukai atau telah menyingkir untuk menghindarinya, maka telinganya akan dialiri cairan tembaga pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menggambar maka dia akan disiksa dan dibebani untuk menghidupkannya padahal dia tidak akan mampu.” (HR. Al-Bukhari).

Penjelasan tentang membuat simpul dengan dua helai rambut adalah bahwa pada hari kiamat orang yang berdusta tersebut akan dibebani untuk mengerjakan sesuatu yang tidak mungkin agar siksaannya bertambah lama. Naudzubillah...

Maka seorang Mukmin sejati pastilah memilih untuk lebih baik diam, dari pada berbohong tentang mimpinya yang hanya sekedar untuk membuat orang terkesan, atau agar terlihat hebat. Serta dia juga akan senantiasa mengingat bahwa tauladannya yang mulia, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam telah bersabda, “Barangsiapa beriman beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya ia berkata baik atau diam.” (Bukhori dan Muslim).

Mari kita memohon, semoga Allah senantiasa menjaga lisan kita untuk jauh dari kebohongan, melindungi saat saat tidur kita dari godaan setan yang memberikan mimpi buruk dan yang menggelisahkan kita, serta menganugerahkan kebaikan serta petunjuk yang baik dalam mimpi-mimpi kita. Aamiin.



RELATED ARTICLE