Kecewalah, Tapi ... | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Kecewalah, Tapi ...

148 kali dilihat

Inilah dunia, tempat dimana kita pasti akan pernah merasakan sebuah kecewa.

Dan Ketika kita kecewa...

Kecewalah sepuas kita, tapi ingatkan diri kita lebih keras, “salah sendiri kenapa kita harus berharap lebih kepada sesama makhluk?”. Bukankah kita seharusnya sudah tahu bahwa mereka adalah sekedar makhluk biasa yang lekat dengan salah dan lupa? Lalu mengapa kita berharap mereka begitu sempurna?

Kecewalah dan sedihlah, tapi jangan lupa menangislah untuk kesalahan kita karena kita terlalu melekatkan urusan dunia dalam-dalam di hati kita. Dan akhirnya, nangis kan kita?

Kecewalah dan menyesal lah, tapi jangan lupa ikuti penyesalan kita dengan perbaikan. Agar lagi-lagi kita nggak mengecewakan diri kita, yang artinya juga menjahati diri kita sendiri lagi, dan lagi.

Kecewa itu wajar, tapi yang nggak wajar adalah berkali-kali kecewa karena kita berlaku salah, bahkan dengan kesalahan yang sama. Itu bukan lagi kebetulan, tapi hobi. Yang sayangnya berarti kita juga nggak asyik dengan diri kita sendiri.

Kecewa itu membuat kita belajar. Bahwa nggak semua keinginan kita harus dan pasti terpenuhi. Karena memang begitulah dunia, bukan kita yang punya kuasa karena kita hanya seorag hamba. Allah yang Maha segala, sehingga kita harus tunduk pada takdirNya.

Kecewa juga mengajarkan kita untuk tahu tentang diri kita mengenai seberapa besar kemampuan kita buat bertahan dalam prasangka baik kepada Allah. Karena pada hakekatnya, nggak ada takdir Allah yang nggak baik buat kita. Bahkan pada kejadian takdir yang kita rasa pahit sekali sampai membuat kita kecewa itu. Pasti ada campur tangan Allah atas semua takdir itu. Dan hal itu adalah pasti yang terbaik buat kita, hanya saja kita belum mengerti tentang hal itu. Allah pengen lihat kita apakah kita sibuk menyalah-nyalahkan takdir atau sekedar melalui momen itu karena menganggap memang begitulah adanya hidup dunia.

Kecewalah, namun tetap berbahagialah. Karena dengan adanya momen kecewa kita tahu bahwa ternyata kita masih manusia biasa. Jadi kita memang masih harus banyak belajar untuk jadi lebih baik. Terutama dalam hal untuk menggantungkan apapun niat dan perbuatan kita hanya kepada yang Maha sempurna, Allah Ta’ala, sehingga dengan begitu InshaAllah kita akan sukses untuk jauh dari rasa sakit yang bernama kecewa.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE