Kemuliaan Malam Lailatul Qadar, Malam Seribu Bulan | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Kemuliaan Malam Lailatul Qadar, Malam Seribu Bulan

708 kali dilihat

Al-Qurthubi mengatakan di malam Lailatul Qadar, para malaikat turun dari setiap langit dan dari sidrotul muntaha ke bumi dan mengaminkan doa-doa yang diucapkan manusia hingga terbit fajar. Para malaikat pun turun dengan membawa rahmat atas perintah Allah SWT juga membawa setiap urusan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah di tahun itu hingga yang akan datang.

Lailatul Qodr adalah malam kesejahteraan dan kebaikan tanpa adanya keburukan hingga terbit fajar, sebagaimana firman-Nya :

"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS. Al Qodr ayat 4 – 5)

Kemuliaan Lailatul Qadar tiada bandingnya karena memiliki nilai yang lebih baik dari seribu bulan atau sekitar 83 tahun. Malam itu dimuliakan karena terpilih sebagai malam diturunkannya kitab suci Al-Quran. Orang yang menghidupkan malam itu dengan ibadah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu dan akan datang.

Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat indah, penuh ketenangan, keselamatan, kedamaian dan keberkahan. Al-Qur’an sendiri tidak menyebutkan secara pasti waktu turunnya Lailatul Qadar itu, baik di dalam Surah al-Qadr maupun di ayat-ayat yang lain. Hikmah dari semua ini adalah agar kita sebagai hamba bersemangat untuk berusaha menemukannya sendiri.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam hanya mengisyaratkan, yang artinya: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan" (HR. Bukhari).  Rasulullah SAW juga menyebutkan tanda-tanda alam ketika malam mulia ini datang. Beliau bersabda, "Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah." (Hr. Ibnu Khuzaimah). Rasulullah juga bersabda, "Tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya cerah tanpa sinar." (HR. Muslim)

Hijabers, itulah sebabnya i’tikaf disunnahkan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan agar kita dapat memaksimalkan diri untuk lebih mendekat kepada Allah sekaligus sebagai usaha untuk bertemu dengan Lailatul Qadr itu. Pada saat itulah kita sebagai seorang muslim harus lebih meningkatkan frekuensi ibadah berupa shalat jama’ah, shalat tarawih dan qiyamullail, membaca al-Qur’an, berdoa, memohon ampunan dan berdzikir.

Namun, meskipun telah di isyaratkan bahwa Lailatul Qadar biasa terjadi pada sepuluh hari terakhir, khususnya pada malam-malam ganjil, dan beberapa riwayat menyebutkan fenomena alamnya, diharapkan kita tidak mengkhususkan ibadah pada malam-malam tertentu saja. Tetapi justru beribadah secara sungguh-sunguh selama sebulan penuh, sejak awal hingga akhir Ramadhan tiba.

Semoga Allah Ta’ala akan memberikan taufiq dan hidayah-Nya agar kita bisa mendapatkan kemuliaan dari malam Lailatul Qadr. Aamiin.

 

 

 

Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE