Kenali Tiga Sifat Baik Seorang Wanita Menurut Rasul | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Kenali Tiga Sifat Baik Seorang Wanita Menurut Rasul

321 kali dilihat

Wanita adalah perhiasan dunia, Karena itu semua yang ada di diri wanita adalah serba indah. Suaranya lembut, kulitnya halus, sifatnya manja, dan lain sebagainya. Namun keindahan wanita tidak melulu pada fisiknya, melainkan juga pada akhlak dan kepribadiannya. 

Dan tahukah teman, dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya; “Wanita yang bagaimana yang paling baik?” Beliau menjawab: “Jika dipandang (suami) ia menyenangkan, jika diperintah ia taat, dan ia tidak menyelisihi suaminya dalam perkara-perkara yang dibencinya, baik dalam diri maupun hartanya(HR. Ahmad)

Jadi, dari Hadist diatas, kita tahu kalau dengan ketiga hal itulah akhirnya seorang wanita akan masuk kriteria sebagai wanita yang baik. 

Pertama, yaitu tentang menyenangkan jika dipandang suami. Kawan, menjadi yang menyenangkan dipandang itu nggak melulu yang hidung mancung, kulit putih ataupun kurus langsing, walaupun semua itu memang memang membuat tampilan seorang cewek terlihat cantik. Kecantikan yang “lebih” justru kelihatan di inner beauty nya. Sikapnya teduh, wajahnya juga memancarkan ketenangan karena sering kena air wudhu, dan penuh senyum saat dilihat oleh suaminya. Selain itu ada pancaran keikhlasan dan rasa syukur hidup sebagai istri bagi suaminya. Wajah yang tersenyum dan memancarkan keteduhan inilah yang menyenangkan suami. Sebaliknya, semahal apa pun make up seorang istri, ia takkan menyenangkan jika selalu cemberut, suka berkeluh kesah dan marah-marah.

Selanjutnya, kriteria kedua yaitu tentang ketaatan seorang wanita kepada suaminya. Menjadi seorang wanita yang taat itu nggak gampang loh. Secara, kitapun sebagai seorang wanita pastinya juga punya pendapat sendiri dan ego yang kadang nggak bisa diganggu gugat. Tapi tahukah kita kalau justru disanalah letak tantangannya. Yang berat itu justru nilai pahalanya akan lebih banyak. Bukan begitu, bukan? Dan bukankah memang pahala dan ridho Allah yang justru kita selalu harapkan selama ini?. Jadi? Jadi kalau berat, lakukan karena Allah saja, dan bukan semata-mata menyenangkan suami. Karena kadang kita dengan suami adalah dua pribadi dengan dua kepala yang berbeda “isinya”. Selama hal yang diperintahkan suami adalah masih dalam ridho Allah, it’s ok aja. Tapi kalau nggak dan atau sudah keluar dari jalur itu, kita boleh kok menolak, tapi pasti dengan cara yang baik dan santun.

Dan poin terakhir yang menjadikan diri kita wanita yang baik adalah amanah terhadap harta yang diamanahkan oleh suami kita pada kita. Masuk akal sih, secara memang nggak bisa disangkal kalau wanitalah yang banyak hobi belanjanya. Dan buat sebagaian mereka, mengontrol kebiasaan belanja yang cuma karena pengen dan bukan karena butuh banget itu, adalah hal yang susah buat dilakukan. Tapi lagi-lagi disinilah kita ditantang buat bisa mengendalikan diri kita. Sehingga suami juga nggak merasa kalau hasil kerjanya nggak cuma habis sekedar buat foya-foya yang nggak guna oleh istrinya. Lebih dari itu, kitapun juga digelari sebagai wanita yang baik dan amanah persis seperti apa yang disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, teladan kita.

Jadi apakah kita serius berminat buat menjadi wanita yang baik menurut Rasulullah tersebut? Jawabannya kembali kepada diri kita.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE