Kenapa Harus Susah dan Putus Asa? Memang Hidup Adalah Ujian | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Kenapa Harus Susah dan Putus Asa? Memang Hidup Adalah Ujian

142 kali dilihat

Ada dari kita yang kadang merasa lelah, penat, suntuk, sedih dan lain-lain, dengan begitu banyaknya cobaan dan halangan dalam hidup. Seakan semua kesusahan itu datang tanpa henti. Yang satu belum selesai, eh yang lain sudah mengantri. Jadilah tambah semakin pusing diri kita ini.

Ada dari kita yang kuat, tapi juga ada yang nggak. Bahkan ada yang sampai memilih jalan bunuh diri karena saking nggak kuatnya menahan beban kesedihan di hatinya. Dia berharap dengan bunuh diri, semua selesai dan dia nggak lagi merasa sedih dan terbebani.

Kawan, hidup ini memanglah rangkaian ujian, yang kalau satu sudah selesai, maka yang lainpun akan datang tanpa diundang. Bukan karena Allah nggak sayang, atau Allah yang suka menyiksa kita, tapi karena Allah sedang ingin menaikkan derajat kita, derajat kesabaran dan kemuliaan kita dihadapanNya dan di depan manusia lain. Nggak hanya itu saja, cobaan yang datang keada kita, adalah cara Allah menghapus dosa kita, sehingga nanti ketika kita mati nanti, InshaAllah kita akan lebih “bersih” dari dosa.  

Dan yang mendapatkan cobaan adalah nggak cuma kita aja. Nabi dan Rasul dulu juga mendapatkan ujian.  Bahkan cobaan mereka lebih sangat sangat besar dari ada kita.

Dari Mush’ab bin Sa’id dari ayahnya, ia berkata, “Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (Hr. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad Darimi, dan Ahmad)

Kawan, Allah adalah yang paling penyayang kepada kita. Apapun takdir atau masalah yang datang ke hidup kita, adalah pasti yang terbaik yang diberikan Allah untuk kita. Masih ingat nggak dengan kisah Nabi Yusuf yang begitu disiksa oleh saudara-saudaranya sampai beliau dimasukkan ke dalam sumur dalam rangka “dilenyapkan”? begitu besar cobaan beliau di seumur hidup beliau, tapi ternyata dibalik semua itu ada rencana indah Allah untuk beliau. Hal ini karena beliau memilih bersikap ikhlas, sabar dan tawakkal keada Allah, sehingga akhirnya beliau menemukan bahwa kisahnya bisa happy ending.

”Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju kemana saja ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik” (QS. Yusuf 57)

"Sungguh pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al Quran) itu bukanlah cerita yang di buat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yusuf: 111)  

Kawan, Allah Maha Tahu kalau tahu kalau kita ini sangat lemah. Maka dari itu, Allah nggak akan memberi cobaan kita di luar kemampuan diri kita yang sebenarnya. Cuma kadang kita yang belum tahu kalau sebenarnya kita bisa punya kemamuan yang besar untuk menghadapi masalah apapun yang terjadi pada diri kita itu.

Allah juga tahu kalau kita ini nggak mungkin bisa menghadapi masalah kita tanpa bantuan Allah. Maka dari itu kita diperintahkan lagi dan lagi buat kembali ke Allah kalau kita punya masalah. Cuma, masalahnya kita mau apa nggak buat lari ke Allah dan memohon bantuanNya untuk menyelesaikan masalah kita?

 

(NayMa)

 

 

 

 

 



RELATED ARTICLE