Ketaatan Seorang Istri Kepada Suami | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Ketaatan Seorang Istri Kepada Suami

295 kali dilihat

(DiaryHijaber.com) - Setelah menikah, seorang wanita akan terikat oleh hak dan kewajiban sebagai seorang istri dan ibu. Dan salah satu kewajibannya kepada suami adalah taat kepadanya.

Begitu besarnya hak seorang suami atasnya bahkan sampai di sabdakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam, (yang artinya), Seandainya aku memerintahkan seseorang untuk sujud pada yang lain, maka tentu aku akan memerintah para wanita untuk sujud pada suaminya karena Allah telah menjadikan begitu besarnya hak suami yang menjadi kewajiban istri (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,Tidak ada hak yang lebih wajib untuk ditunaikan seorang wanita –setelah hak Allah dan Rasul-Nya- daripada hak suami”

Lalu ketaatan seperti apa yang harus dijalankan oleh seorang istri kepada suaminya? apakah hal itu berarti dia harus menjalankan semua yang diperintahkan atau dimaukan oleh suaminya?

Di dalam Islam, Ketaatan yang pertama dan yang utama adalah kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Hal ini juga berlaku bahkan untuk seorang wanita yang telah menikah. Suami memang bertindak sebagai imamnya, namun bukan berarti seorang wanita harus tetap mematuhi perintah suaminya ketika dia diperintahkan untuk melakukan pelanggaran terhadap aturan Allah seperti tidak berjilbab, berdandan di hadapan laki- laki lain, meninggalkan shalat lima waktu, atau bersetubuh di saat haidh, maka perintah dalam maksiat semacam ini tidak boleh ditaati.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Tidak ada ketaatan dalam perkara maksiat. Ketaatan itu hanyalah dalam perkara yang ma’ruf (kebaikan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memperingatkan, Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.” (HR. Ahmad)

 

Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah kepada kita.


 



RELATED ARTICLE