Ketika Mata, Hati dan Telinga Jadi Saksi | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Ketika Mata, Hati dan Telinga Jadi Saksi

749 kali dilihat

Allah Subhanahu Wata’ala menciptakan tubuh kita lengkap dengan banyak keajaiban yang ada didalamnya. Sebagai contoh, Allah memberikan kita mata yaitu indra teraktif di dalam tubuh kita yang memiliki lensa yang lebih cepat dibandingkan dengan lensa kamera manapun buatan manusia. Manusia juga diberikan telinga yang salah satu keajaibannya adalah mampu mengumpulkan gelombang suara yang telah menempuh jarak sekitar 20 kaki  atau enam meter tiap seperlima detik. Manusia juga diberikan hati yang mewakili baik buruknya seseorang tersebut. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, (yang artinya), “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun, semua nikmat yang diberikan tersebut akan ditanyakan kelak dihari kiamat, Hijabers. Mata, telinga, dan hati kita akan menjadi saksi setiap tingkah laku kita. Apakah kita termasuk dalam golongan yang beriman ataukah sebaliknya. Hal ini selaras dengan firman Allah Subhanahu Wata’ala yang tertulis di dalam Al-Quran, (yang artinya),

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (QS. Qiyamah:36). Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al Isra’: 36).

Hijabers, manusia yang paling buruk ialah yang tidak bisa memanfaatkan nikmat dari Allah tersebut. Dan semoga kita tidak termasuk salah satu diantaranya. Karena jika begitu, Allah akan menyejajarkan kita dengan binatang ternak, bahkan lebih buruk lagi, dan tempat kembali di akhirat kelak adalah neraka jahanam. Naudzubillah...

”Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka) jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti binatang, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Qs. Al A’raf ayat 179).

Karena itu, marilah kita bersama-sama menjaga hati, mata, telinga, dan seluruh indra kita agar tidak tunduk dalam arahan hawa nafsu, dan malah akan merugikan diri kita sendiri kelak di hari kiamat. Untuk apa hidup sekali jika harus berakhir menyedihkan? Dan kenapa harus berakhir menyedihkan jika kita punya pilihan untuk akhir yang indah dalam kesenangan? Sekali lagi, semoga kita tidak termasuk mereka yang lalai dari bersyukur dan mendidik diri kita untuk selalu taat kepada Allah.



RELATED ARTICLE