Ketika Orang Beriman Dalam Ujian | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Ketika Orang Beriman Dalam Ujian

737 kali dilihat

Dari Shuhaib bin Sinan Radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam bersabda :

"Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin ; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.(Hr. Muslim)

Orang yang beriman itu selalu damai. Dalam keadaan apapun batinnya selalu tenang. Hal ini karena ia tahu bahwa segala urusan itu telah ada yang Maha Mengatur dan Maha Menguasai. Ia hanyalah seorang hamba yang dicoba. Dan ketika ia berhasil melampaui cobaan itu dengan usaha yang maksimal, sabar dan tawakkal, maka ia akan menjadi orang yang lebih baik lagi.

Konsep berpikir orang beriman pun beda dengan manusia yang lain. Walau bagaimanapun susahnya hidup, mereka tetap saja punya harapan. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah ta'ala berfirman,

 “Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku.” (Muttafaqun ‘alaih)

Inilah yang mereka yakini. Jika mereka berpikir negatif akan hidup mereka, maka Allah pun akan menjadikan masalahnya semakin runyam. Tapi jika pikiran positif yang diunggulkan, maka hal baik pula yang akan dimunculkan oleh Allah. Karena itu, dalam keadaan sakit dan atau terkena musibah, orang beriman terbiasa mengambil sikap yang tetap baik dan sederhana.

Sebagai contoh, adalah kisah ketika seorang wanita hitam yang datang kepada Nabi shallallahu ‘aihi wa sallam lalu berkata, "Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya."

Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, "Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu."

Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar. "Lalu ia melanjutkan perkataannya, Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap. Maka Nabi pun mendoakannya."

Kisah yang lain pun mengungkap bagaimana seorang muslim bisa dengan sangat tangguh hati menerima cobaan dan musibah dalam hidupnya.  Mereka adalah kaum wanita yang dengan tegar menghadapi menerima musibah kematian saudara, bapak, kerabat, bahkan suami mereka yang terbunuh mati syahid di Perang Uhud.

Dikisahkan, saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama para sahabat melewati sekelompok wanita dari bani Najjar. Di antara wanita tersebut ada yang bapaknya terbunuh, saudaranya dan suaminya. Tatkala salah seorang wanita mendengar berita kematian saudara, bapak, suami yang dicintainya dia malah menanyakan tentang keadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya mengatakan,Bagaimana dengan kabar Rasulullah.” Maka mereka menjawab, “Rasulullah dalam keadaan baik.” Maka tatkala wanita tersebut melihat Rasulullah dia mengatakan, “Semua musibah yang menimpa adalah ringan selain musibah yang menimpamu wahai Rasulullah.”

Bagi orang-orang yang beriman kepada Allah, jika mereka mendapat cobaan berat dalam hal dunia, mereka bisa bersabar. Hal ini karena tidak ada musibah yang lebih besar, melainkan masalah dalam hal iman mereka. Ridho Allah dan Rasulnya adalah hal pertama yang mereka utamakan.

Continue reading on next page...



RELATED ARTICLE