Kisah Penuh Hikmah, Sangat Inspiratif | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Kisah Penuh Hikmah, Sangat Inspiratif

410 kali dilihat

Kisah itu dimulai ketika Salahudin Al-Ayyubi, Si Macan Perang Salib datang menaklukan Yerusalem. Karen Amstrong dalam bukunya Perang Suci menggambarkan, saat itu tak ada satu orang Kristen pun yang dibunuh, ataupun dirampas harta bendanya. ''Jumlah tebusan pun disengaja sangat rendah. Salahuddin bahkan menangis tersedu-sedu karena keadaan mengenaskan akibat keluarga-keluarga yang hancur terpecah-belah. Dan Salahudin pun membebaskan banyak dari mereka, sesuai imbauan Al-Qur'an,'' papar Amstrong.

Keadilan Salahudin pun membuat umat Nasrani yang tinggal di Yerusalem, terkagum-kagum. Hal ini karena apa yang dilakukan oleh Shalahudin sangat berbeda dengan perlakuan yang didapatkan mereka ketika pasukan besar di bawah komando Phillip Augustus dan Richard "Si Hati Singa." Richard yang kala itu digambarkan sebagai seorang pahlawan dalam sejarah Inggris, malah memerintahkan untuk menghukum mati 3000 orang Islam, yang kebanyakan di antaranya wanita-wanita dan anak-anak.

Salah satu penganut Kristen pun bertanya kepada Salahudin. "Kenapa tuan tidak bertindak balas terhadap musuh-musuhmu?'' Salahudin menjawab, "Islam bukanlah agama pendendam bahkan sangat mencegah dari melakukan perkara diluar perikemanusiaan, Islam menyuruh umatnya menepati janji, memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf dan melupakan kekejaman musuh ketika berkuasa walaupun ketika musuh berkuasa, umat Islam ditindas.''

Setelah mendengar jawaban yang indah tersebut, orang tua itu pun kemudian berkata, ''Sungguh indah agama tuan! Maka diakhir hayatku ini, bagaimana untuk aku memeluk agamamu?'' Salahudin pun berkata, ''Ucapkanlah dua kalimah syahadah.''

Selanjutnya Karen Amstrong pun menulis ''Salahudin menepati janjinya, dan menaklukkan kota tersebut menurut ajaran Islam yang murni dan paling tinggi. Dia tidak dendam untuk membalas pembantaian tahun 1099, seperti yang Al-Qur'an anjurkan, dan sekarang, karena permusuhan dihentikan, ia menghentikan pembunuhan.''

Kebaikan dan kelembutan Shalahudin tidak hanya berhenti disana saja. Saat Richard "Si Hati Singa" tersebut sakit keras, Shalahuddin malah berusaha mendatanginya dan dengan ilmu kedokteran yang hebat Shalahuddin mengobati Richard hingga akhirnya sembuh.

Kesemua hal yang telah dilakukan Shalahudin ini membuat Richard terkesan. Ia pun berdamai dan berjanji akan menarik mundur pasukan Kristen pulang ke Eropa. Di tahun 1197, perjanjian damaipun akhirnya ditanda tangani. Dalam perjanjian itu, Shalahuddin membebaskan orang Kristen untuk mengunjungi Palestina, asal mereka datang dengan damai dan tidak membawa senjata.

Hijabers, para tokoh yang justru menjalankan Islam secara kaffah itu telah disanjung kawan, dan disegani lawan. Terbukti, Islam penuh dengnan nilai kesucian, kedamaian dan kemuliaan. Ajarannya yang begitu indah sebenarnya begitu lekat dengan sejarah-sejarah besar dunia. Karena itu berbahagialah kita yang telah diizinkan oleh Allah untuk memeluk agama ini. Semoga kitapun bisa mempraktekkan nilai kemuliaan itu dalam kehidupan kita sehari-hari.



RELATED ARTICLE