Kisah Sebuah Terong | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Kisah Sebuah Terong

529 kali dilihat

Ini adalah sebuah kisah nyata yang menyimpan banyak hikmah bagi kita. Kisah seorang anak muda dan terong. Dia hidup dijaman Tabi’in. Dia adalah seorang yang miskin, yang berasal dari luar Damaskus, ibukota Syiria.

 

Suatu hari dia menemui seorang ulama. Dia lalu bercerita kepada ulama tersebut bila dia ingin sekali tinggal bersama beliau, membantu-bantu di masjid tempat beliau tinggal. Lalu beliau menjawab, “Silahkan, tapi kamu harus bersabar. Kamu makan apa yang saya makan, dan kamu minum apa yang saya minum”. Pemuda itu kemudian menyetujuinya. Dia pun akhirnya mengikuti “gaya hidup” sang ulama.

 

Setelah tiga bulan berlalu, ternyata anak muda itu baru tahu bahwa sang guru tersebut sangatlah zuhud. Beliau makan apabila ada makanan dan bila tidak, beliau berpuasa. Cara berbuka puasanya juga sangat sederhana, hanya segelas air dan beberapa butir kurma saja. Kala itu, sampailah si pemuda di hari ketiga puasanya. Anak muda itu sudah tidak kuat lagi. Saking tidak kuatnya, dia bungkukkan punggungnya supaya menekan perutnya yang lapar.

 

Dalam keadaan itu, setan datang mengacaukan pikirannya. Setan membuatnya berpikir untuk mencuri makanan. Karena kalau tidak, dia akan mendapatkan makanan dari mana lagi. Bila dia meminta ke orang  guru pasti melarang, tapi kalau dia minta kepada gurunya, beliaupun juga tidak memiliki makanan saat itu.

 

Akhirnya, diapun lalu memanjat rumah orang yang ada disebelah masjid. Tapi begitu dia melihat ada wanita yang tidak menutup auratnya, dia lalu memalingkan matanya karena wanita itu bukan mahramnya dan lalu pergi. Dia kemudian memanjat rumah disampingnya lagi. Disana dia menemukan  terong yang sedang dimasak. Dia kemudian mengambil salah satu terong itu, dan mengunyahnya di dalam mulutnya. Namun, ketika dia akan menelan makanan itu, dia lalu teringat kepada Allah. Dia menyesal telah mencuri dan menuruti perintah setan. Dia lalu memuntahkan semua makanan yang ada di mulutnya itu dan lalu pergi meninggalkan rumah itu.

 

Ketika dia kembali ke masjid, sang guru lalu memanggilnya. Beliau mengatakan ada seorang wanita yang masih muda datang kepada beliau. Wanita itu telah ditinggal mati suaminya dan dia ingin menikah lagi untuk menghindari fitnah. Lalu sang guru menanyakan kepada pemuda tadi, apakah dia mau atau tidak menikahi si wanita muda itu.

 

Si pemuda menjawab, “saya saja masih kelaparan, lalu jika saya menikah akan saya beri makan apa istri saya”. Sang guru lalu menjelaskan bahwa si wanita tersebut adalah seorang yang kaya. Dan jika mereka jadi menikah nantinya, maka dia pun bisa tinggal di rumah si wanita. Dan itupun tak jadi masalah untuk si wanita tersebut.

 

Singkat cerita, akhirnya menikahlah mereka berdua di hari itu juga. Setelah mereka menikah, mereka berdua berjalan pulang ke rumah si wanita. Disana wanita itu lalu menyiapkan makanan untuk suaminya. Si pemuda itu heran, karena ternyata rumah yang dimasukinya adalah rumah tempat dia mencuri terong tadi.

 

Dan diapun lalu memberikan pengakuan kepada istrinya tentang apa yang telah terjadi beberapa jam yang lalu. Bahwa dia kelaparan, dia mencuri lalu kemudian karena dia takut kepada Allah, dia memuntahkan semua makanan yang dikunyahnya. Si istri pun menjawab “Subhanallah, karena kau meninggalkan apa yang haram karena rasa takutmu kepada Allah, lalu Allah kini memberikan ganti makanan ini, rumah ini, berikut pemiliknya untukmu”.

 

Tidak terbayang bagaimana bahagianya dan bersyukurnya si pemuda tadi, Allah masih melindunginya dari berbuat dosa dan dari godaan setan yang menghancurkannya. Dan bahkan karena sikap tersebut, walaupun dia miskin dan sangat kelaparan, namun ternyata Allah memberikan ganti yang lebih baik dan lebih banyak, serta lebih berkah kepadanya. Maha suci Allah, dan maha kuasa Dia dengan kekuasaan yang teramat besar.

 

Dari kisah nyata diatas, bisa kita ambil sebuah pelajaran berharga bagi kita Hijabers, bahwa Allah memanglah tidak pernah tidur dan selalu mengawasi kita setiap saat. Tidak ada satupun hal yang luput dariNya, baik hal yang baik ataupun buruk, semua akan diberikan keadilan atas semua itu pada hamba- hambaNya. Karena itu jangan sampai kita lalai dari mengingat Allah, kapanpun, dan dimanapun. Agar kita selalu mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan dalam hidup kita.

 

(NayMa)

 


Artikel Terkait Lainnya..
Tolong, Ya Allah!

RELATED ARTICLE