Kita Munafik? | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Kita Munafik?

313 kali dilihat

Apakah kita ini termasuk golongan munafik, atau yang “bermuka dua”, yang kalau bicara lalu bohong, yang berjanji lalu mengingkari, dan yang dipercaya tapi malah berkhianat?

Jawaban dari semua itu adalah diri kita sendiri yang tahu. Tapi asal kita tahu, bahwa penyakit ini jika kita pelihara terus menerus maka akan menebas diri kita sendiri. Gimana nggak, orangpun akan malas berhubungan atau menjalin relasi dengan kita, dan bahkan Allah pun marah kepada kita.

Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya),  "Dan diantara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya. Padahal, ia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari mukamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya dan merusak tanaman-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukaikebinasaan. Dan apabila dikatakan kepadanya : 'Bertaqwalah kepada Allah’, akan bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) nereka jahanam dan sungguh nereka jahanam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya". (Qs. Al-Baqarah : 204-206).

Dan kalau Allah sudah marah kepada kita, mau kemana kita harus pergi? Ngontrak di planet mars?

Sifat munafik sangat berbahaya bagi kita dan bagi kebahagiaan orang lain. Gimana nggak, kalau orang sudah kafir sekalian, maka kelihatan lah kekafirannya. Tapi orang munafik ini, mereka mengaku Islam, tapi mereka seperti “musuh dalam selimut” yang setiap saat bisa menghancurkan, bahkan tanpa kita sadari sebelumnya.

Mereka omogannya “manis” banget, tampilan yang begitu asyik di lihat mata sehingga orang lain akan kagum banget karenanya. Tapi ternyata apa yang mereka ucapkan atau lakukan itu bukanlah apa yang sebenarnya. Bahkan, karena itulah secara ekstrem Allah mengatakan akan ‘membinasakan’ manusia yang memiliki sifat seperti itu. “Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS. Al-Munaafiquun: 4)

Mereka juga nggak segan-segan buat bersumpah biar manusia benar-benar percaya dengan apa yang mereka bilang itu. Memang begitulah salah satu senjata orang-orang munafik agar mereka bisa menarik hati manusia. Hal ini juga sudah dituliskan di dalam Al Quran, (yang artinya),

“Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan”(Qs. Al Munafiqun: 2)

Kawan, di jaman Rasul dulu, para Sahabat sampai begitu khawatir bila mereka akan menjadi golongan munafik. Salah satunya adalah Abu Bakar. "Suatu saat beliau pergi menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai Rasulullah, jika kami berada di sisimu, kami akan selalu teringat pada neraka dan surga sampai-sampai seolah-olah surga dan neraka itu benar-benar nyata di depan kami. Namun jika kami meninggalkan majelismu, maka kami tersibukkan dengan istri, anak dan pekerjaan kami, sehingga kami pun banyak lupa.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda, “Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya kalian mau terus menerus beramal sebagaimana keadaan kalian ketika berada di sisiku dan kalian terus mengingat-ingatnya, maka niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat tidurmu dan di jalanmu” (HR. Muslim)

Bayangkan kawan, bahkan mereka adalah sahabat-sahabat Rasul yang mulia. Mereka saat itu hidup dalam bimbingan beliau langsung. Mereka yang banyak sekali beramal sholeh. Tapi mereka masih sangat khawatir dari menjadi seorang munafik. Eh, Lha kita ini apa kabar? Aneh banget kan kalau ada diantara kita yang justru malah yakin kalau kita akan selalu baik-baik saja, dan lalu nggak banyak-banyak introspeksi diri. Padahal amal ibadah kita, kesholehan kita, kepatuhan kita pada hukum-hukum Allah, nggak ada apa-apanya dibanding mereka para sahabat Rasul.

Maka sudah seharusnya kita hati-hati banget dari memiliki sifat seperti ini. salah satunya adalah dengan banyak-banyak jujur pada diri sendiri dan introspeksi diri setiap hari, agar kemarahan Allah nggak jadi milik kita. Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari kejahatan diri kita sendiri yang menjadikan diri kita sendiri sebagai seorang munafik. Aamiin.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE