Lalu, Apa Yang Membuat Kita Nggak Bersyukur? | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Lalu, Apa Yang Membuat Kita Nggak Bersyukur?

189 kali dilihat

Kita sebagai manusia biasa, sangat bergantung banget dengan belas kasih Allah, Robb kita. Karena kita ini adalah makhluk yang sangat lemah, banyak kekurangan dan akan selalu membutuhkan Allah, kapanpun, dan dimanapun.

Allah Ta’ala berfirman di dalam Al Quran (yang artinya), “Karena manusia diciptakan (bersifat) lemah.” (Qs. An-Nisa’:28)

Dan Allah Yang Maha Pengasih, selalu nggak pernah berhenti memberikan kasih sayang dan belas kasihnya kepada kita. Hal ini nggak berhenti walaupun kita dalam keadaaan “bandel” sekalipun. Dia tetap ada buat kita. Dia tetap memberikan kita nikmat yang bahkan kalau kita menghitungnya maka kita nggak akan pernah sanggup.

Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya), “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).

Dan setiap hari kita benar-benar mempraktikkan kebenaran dari ayat itu, kawan. Contoh kecil saja, bahkan kita nggak akan bisa setiap saat menghitung berapa jumlah tarikan nafas kita selama ini, serta berapa oksigen yang kita butuhkan. Itu baru soal bernafas, dan belum kegiatan kita yang lain-lainnya.  

Tapi sayangnya, mengapa lalu banyak dari kita yang menggunakan semua nikmat Allah itu justru untuk bermaksiat kepada Allah?. Seakan-akan kita bisa tanpa Allah, seakan-akan kita ini lebih kuat dari Allah, seakan-akan kita ini hebat, bisa segalanya dan paling luar biasa. Hey! Bahkan kita nggak kuat kalau seminggu kita nggak makan. Atau kita harus memilih buat “santai” di tempat tidur, rumah sakit.

Kita dengan terang-terangan banyak menentang Allah, memprotes aturanNya, durhaka, nggak patuh. Tapi kita bangga! Tapi kita senang! tapi kita malah merasa keren. Hey! bahkan Allah bisa saja dengan Maha KuasaNya, mencabut semua yang kita punya dan mengambil semua kenikmatan yang kita miliki saat ini juga.

Astaghfirullahal’adzim...

kawan, jangan sampai kita menunggu Allah marah dulu baru kita sadar. Jangan sampai setelah Allah cabut semua kenikmatan kita dan kita nggak bisa apa-apa kita baru kita mengerti tentang kesalahan dan kekurangan serta kesombongan kita. Atau jangan sampai setelah kita nanti di akhirat baru kita mengerti semua kekhilafan kita selama ini. Jangan sampai. Jangan sampai!

Maka ayo kita benahi diri kita. Kita lakukan sebaik mungkin yang kita bisa. Kita bukanlah yang seperti itu. Dan kita ini harusnya lebih baik dari sekedar yang seperti itu. Apalagi janji Allah adalah ketika kita mau bersyukur maka nikmat kita akan ditambah Allah, lagi dan lagi.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Kawan, bukankah kehidupan yang penuh kenikmatan yang kita cari? Bukankah yang penuh dengan keberkahan, kedamaian dan ketenangan yang kita cari? Jadi tunggu apa lagi, terapkan banyak-banyak rasa syukur kita ke Allah, salah satunya dengan jadi hamba yang taat dan mau mengabdi dengan baik kepadaNya. Setuju?

 

(NayMa) 



RELATED ARTICLE