Makanan Haram yang Kiranya Pernah Anda Makan | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Makanan Haram yang Kiranya Pernah Anda Makan

335 kali dilihat

Salah satu aturan Allah bagi kita adalah tentang hal yang berkaitan dengan makanan kita. Haram dan halal telah banyak dijelaskan di dalam Al-Quran dan sunnah. Tidak hanya tentang makanan yang berasal dari tumbuhan, namun juga yang berasal dari hewan.

Aturan islam dengan lengkap mengatur seluruh sendi kehidupan manusia. Semua itu adalah berguna untuk memuliakan kita sebagai hamba. Hal itu seharusnya membuat kita bersyukur dan berpikir tentang bagaimana Maha Sayang nya Allah kepada kita.

Lalu bagaimana dan apa sajakah, daging yang tidak boleh kita konsumsi sebagai seorang muslim. Berikut sedikit penjabarannya.

  1. Daging Babi dan Daging binatang yang disembelih TIDAK dengan nama Allah

Daging babi adalah haram untuk dimakan babi. Dan hal ini sudah menjadi kesepakatan kaum muslimin, sebab pelarangan memakan daging babi sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Sunnah, di antaranya: “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.” (QS. Al Baqarah: 173). “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al Maa’idah: 3)

  1. Keledai piaraan atau jinak

Anas bin Malik pernah berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil berkata, “Daging keledai telah banyak di konsumsi. ”Selang beberapa saat orang tersebut datang lagi sambil berkata, “Daging keledai telah banyak di konsumsi.” Setelah beberapa saat orang tersebut datang lagi seraya berkata, “Keledai telah binasa.” Maka beliau memerintahkan seseorang untuk menyeru di tengah-tengah manusia, sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melarang kalian mengkonsumsi daging keledai jinak, karena daging itu najis.” Oleh karena itu, mereka menumpahkan periuk yang di gunakan untuk memasak daging tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Daging binatang Buas yang Bertaring

Hewan yang bertaring akan menggunakan taringnya tersebut untuk menyerang mangsanya. Karena itulah daging mereka haram untuk dimakan. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Setiap binatang buas yang bertaring, maka memakannya adalah haram. (HR. Muslim).

  1. Burung yang bercakar

Setiap burung yang bercakar dan cakarnya ini digunakan untuk menyerang mangsanya contohnya, burung elang, maka haram untuk dimakan. Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring, dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeram.” (HR.  Muslim).

  1. Hewan Jalalah

Hewan jalalah adalah hewan, contohnya unta, sapi, kambing atau ikan, namun yang makan makanan yang najis. Dasar pelarangan hal ini adalah hadits Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari mengkonsumsi hewan jalalah dan susu yang dihasilkan darinya.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi).

Hewan jalalah ini juga bisa terdapat pada ikan seperti lele yang biasa diberi pakan berupa kotoran tinja. Jika demikian, sudah seharusnya ikan semacam itu tidak dikonsumsi kecuali jika ikan itu diberikan kembali makanan yang bersih.

  1. Hewan yang diperintahkan oleh syari’at untuk dibunuh

Hewan yang diperintahkan untuk dibunuh, maka ia haram untuk dimakan. Hewan-hewan tersebut adalah tikus, kalajengking, burung gagak, anjing yang galak dan suka menggigit, ular, tokek, dan sejenisnya.

Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Ada lima jenis hewan berbahaya yang boleh dibunuh ketika sedang ihram, yaitu tikus, kalajengking, burung rajawali, burung gagak dan kalb aqur (anjing galak).(HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Hewan yang dilarang oleh syari’at untuk dibunuh

Hewan yang dilarang untuk dibunuh, maka ia dilarang untuk dikonsumsi karena jika dilarang untuk dibunuh berarti dilarang untuk disembelih. Lalu bagaimana mungkin seperti ini dikatakan boleh dimakan. Hewan-hewan tersebut adalah semut, lebah, katak, dll.

Dari ‘Abdurrahman bin ‘Utsman, ia berkata, Ada seorang tabib menanyakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai katak, apakah boleh dijadikan obat. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk membunuh katak.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).



RELATED ARTICLE