Manusia itu Ibarat Sebuah Botol | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Manusia itu Ibarat Sebuah Botol

836 kali dilihat

Hijabers, Di dalam Al-Quran telah disebutkan, bahwa sebenarnya kita semua telah bersaksi akan kebenaran dan keesaan Allah, bahkan sebelum kita dilahirkan di dunia. Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya) Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (QS. Al-A’raf : 172)

Karena itu, kita di dunia ini kita tidak diberikan pilihan lain kecuali untuk taat kepada Allah. Karena satu- satunya tujuan penciptaan kita dan tugas utama kita di dunia adalah untuk hal tersebut. Ini selaras dengan Firman Allah surat, Adz-Dzariyaat  ayat 56, (yang artinya) “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku.”

Namun, ada diantara manusia yang justru memilih untuk menyiksa diri mereka sendiri. Kenapa? Karena mereka memilih untuk membangkang dan bahkan mengingkari Allah. Sedangkan jelas jelas bahwa jalan kebaikan adalah milik Allah, dan atau yang mengikuti apa yang Allah perintahkan.

Mereka memilih untuk menjadi manusia yang kosong, atau malah rusak. Mereka habiskan waktu mereka untuk itu, dan mereka seolah- olah sangat menikmatinya. Namun sayangnya, kenikmatan itu tidak berjalan lama. Karena siapa yang berbelok dari kebaikan yang Allah perintahkan, maka waktu tidak akan berpihak kepadanya kecuali dia harus menebus semua itu dengan kesakitan, kerendahan dan kesengsaraan di akhir cerita nanti.

Manusia itu ibarat botol kosong. Jika dia diisi dengan air mineral, harganya 3 ribu. Jika di isi dengan  jus buah harganya 10 ribu. Jika diisi dengan madu, harganya ratusan ribu, dan jika botol tersebut di isi minyak wangi chanel, maka akan berharga jutaan ribu. Botol semua memang sama, namun harga dari botol tersebut, menjadi tergantung dari isinya. Dan “harga” yang paling mahal dari diri kita adalah iman, ketaatan dan amal kita. Ketiga hal tersebut yang akan membuat kita begitu berharga di hadapan Allah dan mulia di hadapan manusia.

Karena itu, mengapa kita masih membangkang, dan memilih “mengisi botol” atau diri kita ini dengan hal- hal yang buruk, sedangkan kita tahu betapa murah dan rendah kita akan dihargai dari semua itu. 

Kenapa harus memilih untuk menderita, jika jalan kedamaian dan kebahagiaan itu telah dibentangkan dengan luas oleh Allah lewat ketaatan kita kepadanya? Mengapa harus menyiksa diri dan merendahkan diri kita sendiri?. Karena itu mari bersegeralah kita berbenah, bertaubat serta memperbaiki diri kita, agar kehidupan kita yang sekali-kalinya ini tidak berjalan dan atau bahkan berakhir menyedihkan. Setuju?



RELATED ARTICLE