Marilah Mengurangi Riya didalam Beribadah | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Marilah Mengurangi Riya didalam Beribadah

535 kali dilihat

Segala apa yang ada di langit dan di bumi adalah dalam hanya kekuasaan Allah. Tidak ada daya dan upaya melainkan hanya karena pertolonganNya. Hidup dan mati semua makhluk dalam genggamannya. Tidak ada satupun yang menyamaiNya.

Namun masih ada segelintir manusia yang masih bisa bersikap sombong, dan merasa dirinya punya kuasa. Ia merasa lebih suci dan pantas disebut yang lebih alim karena rajinnya dia dalam beribadah. Hatinya berkata, ialah yang terbaik atau lebih baik. Ia lupa bahwa Allah mendengar apa yang terucap dan yang hanya terbisik di dalam hati. Ia  pun lupa bahwa modal utama sebuah ibadah adalah keikhlasan melakukan ibadah tersebut hanya karena Allah saja.

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan IKHLAS menaaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS al-Bayyinah [98]: 5).

Hijabers, kita harus selalu berhati-hati dari perasaan merasa lebih dari orang lain. Ini adalah  bisikan setan agar amal dan ibadah kita menjadi rusak.  Seperti blis yang tadinya adalah penghuni surga, ibadahnya paling banyak di antara banyak malaikat lainnya, dan ketakwaannya kepada Allah Ta’ala tidak di ragukan lagi. Tapi karena ia merasa lebih lebih mulia dari Adam Alaihisalam, akhirnya ia enggan  melaksanakan  perintah Allah untuk sujud dan menghormat kepada Adam Alaihisalam. Di akhir cerita, lihatlah keadaannya kini, ia berubah menjadi mahluk yang paling terlaknat.

Saudaraku, jangan lah merasa bahwa masuk syurga itu karena prestasi amalan kita yang mungkin kita anggap lebih. Dari Abu Hurairah radliyallah 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Sungguh amal seseorang tidak akan memasukkannya ke dalam surga."

Mereka bertanya, "tidak pula engkau ya Rasulallah?"

Beliau menjawab, "Tidak pula saya. Hanya saja Allah meliputiku dengan karunia dan rahmat-Nya. Karenanya berlakulah benar (beramal sesuai dengan sunnah) dan berlakulah sedang (tidak berlebihan dalam ibadah dan tidak kendor atau lemah)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sesungguhnya kita tidak akan masuk surga kecuali hanya karena rahmat Allah saja. Karenanya, kita wajib bersyukur kepada Allah dan merendah diri kepadaNya. Kita yang hanya seorang hamba, tidak pantas membanggakan amal ibadah kita yang seolah-olah bisa terjadi karena usaha kita sendiri,  dan apalagi memiliki perasaan telah memberikan kebaikan untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan amal ibadah kita. Tidak akan pernah. Dia Maha kaya, maha kuasa dan tidak butuh apapun dari makhluk-Nya.

Sekali lagi, Rasulullah telah berpesan kepada kita, yang artinya ,

”Tidak masuk surga orang yang didalam hatinya masih terdapat kesombongan (walaupun) sebiji atom”, (Hr Muslim)

Hijabers, ingatlah sumpah iblis tentang bagaimana ia akan menjerat manusia untuk ikut jalannya, termasuk para ahli ibadah yang memiliki sifat riya’ dan ujub. Dan sangat rugilah bagi siapapun mereka yang mengikuti jalan iblis ini. Karena amalannya akan rusak, dan pahalanya akan hangus. Rugilah dia di dunia, dan terlebih lagi di akhirat nanti.

Karena itu, mari kita senantiasa memohon perlindungan kepada Allah, agar selalu terhindar dari memiliki sifat tersebut, dan dijauhkan dari godaan iblis dari menjadi manusia yang riya’ dan ujub dalam beribadah. Aamiin...

 

 

 

Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE