Memaafkan Memang Susah, Tetapi Berbuah Indah | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Memaafkan Memang Susah, Tetapi Berbuah Indah

615 kali dilihat

Memaafkan, walaupun hal ini sangat mulia dan dicintai Allah namun memang bukan hal mudah untuk dilakukan. Apalagi jika perbuatan yang telah dilakukan oleh si pelaku adalah sangat menyakitkan dan membekas pada diri korbannya. Kalaupun akhirnya bisa memaafkan, mereka akan masih sulit untuk melupakan.

Hijabers, kita memang bukan Allah yang maha kuasa dan maha pemaaf, tapi bukankah kita mengaku mencintai Allah dan ingin taat kepadaNya dan menjadi hambanya yang baik? Walaupun berat, tapi memaafkan memang harus kita lakukan. Bukan demi orang yang telah menyakiti kita, namun justru demi melegakan diri kita sendiri. Karena orang yang suka mendendam dan sakit hati, justru sebenarnya sedang menyiksa diri mereka sendiri. Karena itu, ringankan jiwa kita dengan memaafkan. Biarkan tangan Allah yang bekerja untuk balasan kebaikan yang akan kita terima dan atau balasan bagi orang yang telah menyakiti kita tersebut.

Bila kita sudah mengerti tentang susahnya memaafkan orang lain, ada baiknya bagi kita untuk belajar juga agar tidak gampang menyakiti orang lain serta selalu berhati-hati dalam sikap keseharian kita. Untuk apa hidup yang hanya sekali ini kita buat untuk menzalimi orang lain? Bukankah semua yang kita tanam akan kita panen, yang berarti balasan kejelekannya justru akan berlaku bagi diri kita sendiri dan bukan orang lain tersebut? Adakah orang yang kurang akal selain orang yang hobi membuat susah diri sendiri, Hijabers?

Sikap memaafkan juga akan mendatangkan keuntungan bagi kita. Kita dan orang yang sudah kita maafkan tersebut akan memiliki ikatan persaudaraan yang lebih erat daripada sebelumnya. Allah SWT berfirman, “Tentu tidaklah sama antara kebajikan dengan kejahatan. Balaslah dengan cara- cara yang lebih baik, niscaya dalam sekejap antara dirimu dan orang yang memusuhimu akan terjalin hubungan baik, seakan-akan dia adalah pembelamu yang paling setia” (QS. Fusshilat: 34)

Kerelaan dalam memaafkan juga secara tidak langsung menggambarkan kualitas manusia pemaaf tersebut sebagai orang yang beruntung karena di istimewakan dengan karunia kesabaran dan dilebihkan dalam hal kemuliaan jiwa. “Sikap itu tidaklah dikaruniakan kecuali kepada orang-orang yang bersabar dan tidaklah dikaruniakan kecuali kepada orang-orang yang mendapat keberuntungan besar (QS. Fusshilat: 35). Dan Hijabers, bukankah kita juga ingin menjadi bagian dari mereka yang seperti ini?

 

 

 

 

 

 

 

 

Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE