Mencintai Suami Orang | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Mencintai Suami Orang

196 kali dilihat

 

Jatuh cinta, kadang kita nggak tahu mau dengan siapa. Tiba-tiba saja kita jatuh cinta dan lalu merasa bahwa orang yang kita cintai adalah istimewa. Kita banyak lupa alias tidak memandang siapa dan bagaimana orang yang kita cinta. Yang kita tahu hanya cinta, cinta dan cinta.

Lalu bagaimana jika cinta itu jatuh untuk seseorang lelaki yang telah berkeluarga? Apakah salah?.

Sebelum menjawab tentang salah atau benarnya, maka ada baiknya bila kita melihat lebih jauh tentang cinta yang kita punya tersebut. Sesekali tanyalah pada diri kita sendiri, apa yang membuat kita jatuh cinta pada orang tersebut? Mungkin kebaikan akhlaknya, atau sesuatu yang menarik yang lain yang begitu lekat dengannya?

Tapi tahukah kita kawan, bahwa ketika seseorang berumah tangga, maka dia pasti akan menemui benturan dengan pasangannya. Lalu konflik kecil bahkan besar pun terjadi. Dari sanalah akhirnya seseorang banyak tahu tentang dirinya sendiri dan kekurangannya. Istrinya lah yang telah bersabar atasnya, mengkritiknya, menyadarkannya, lalu “memoles” suaminya itu menjadi yang lebih baik. Dan setelah itu tampillah orang tersebut dengan lebih baik seperti yang kita lihat sekarang ini.

Semua itu bukan hanya berkat diri laki-laki itu semata yang mau berubah kearah yang lebih baik. Jasa besar juga dilakukan oleh istri beliau yang telah banyak mengubahnya ke arah yang lebih baik. Maka nggak heran bila kemudian ada istilah, “dibalik kesuksesan seorang laki-laki, ada seorang wanita yang tangguh nan indah yang selalu “memolesnya”. Dan hal itu adalah nyata adanya. Maka dari itu, justru kekaguman itu selayaknya kita berikan untuk istri beliau.

Dan satu lagi pertanyaan untuk diri kita, yaitu bukankah kita jatuh cinta untuk bahagia? Mencintai suami orang lain secara "ilegal" bisa dibilang hanya akan membuat kita jauh dari hal itu. Bagaimana tidak, pun bila kita nekat bahkan sampai berpacaran dengannya, maka hal itu hanyalah sebuah bentuk kebohongan yang manis yang akan menjadi bom waktu dikemudian hari. Disebut kebohongan adalah bahwa dalam berhubungan tentu dia harus membohongi istrinya, dan ketika dia mengatakan sesuatu yang indah, maka hal itu hanyalah bualan saja karena pada intinya dia tidak mau berkomitmen serius. Istrinya tetaplah ratunya. Kita adalah hanya "sampingan" dikala kesepiannya saja. 

Jadi, jangan cari kasus deh dalam hidup kita. Bukankah kita butuh hidup bahagia ketika jatuh cinta? Dan kenapa cinta kita harus begitu beresiko, bila masih ada jalan lain yang lebih santai buat dilalui. Hati memang nggak bisa diajak kompromi, tapi pikiran kita harus tetap jalan. Atau jika tidak, justru kita sendiri yang akan merasakan akibat buruknya. Hey, masak kita mau sejahat itu pada diri kita?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE