Mengapa Harus Merusak Pahala Puasamu? | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Mengapa Harus Merusak Pahala Puasamu?

493 kali dilihat

Suatu hari ada orang yang sibuk menanam, merawat siang dan malam, serta bersungguh sungguh menjaga tanamannya tersebut. Tapi tiba-tiba saja beberapa hari selanjutnya, setelah semua tanaman tumbuh subur dan hijau, ia malah sibuk memangkas, mengacak-acak bahkan merusaknya. Tapi anehnya, setelah ia mengetahui dan menyadari apa yang telah ia lakukan, ia menyesal, menangis, bersedih, dan hanya bisa menyalahkan diri kita sendiri. Kondisi ini jika kita lihat mungkin akan terasa janggal. Dalam benak kita biasa saja kita bergumam orang yang aneh. Bagaimana bisa dia melakukan itu pada dirinya sendiri.

Hijabers tahukah kita, padahal sadar tidak sadar kita pun sering melakukan hal yang sama. Mungkin saja hanya berbeda dalam hal konteksnya. Kita sering kali bersemangat menanam kebaikan, melakukan hal positif, dan mencari ridho Allah. Tapi, di sisi lain, kita sibuk merusak bahkan menghapus pahala kita dengan melakukan maksiat yang tidak disukai Allah.

Memang manusia dimanapun akan selalu punya dua sisi, positif dan negatif. Tapi bagaimana jika kemudian yang positif itu justru rusak oleh perilaku negatif? Ditambah pula, pelaku dari semua itu tidak lain adalah diri kita sendiri?

Laa ilaahailla anta. Subhaanaka, innii kuntu minazzhaalimiin “Tiada Tuhan melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau (daripada melakukan aniaya, tolongkanlah daku)! Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri.” (QS Al-Anbiya’ : 87).

Memang begitulah adanya Hijabers, kita sering jahat pada diri kita sendiri, hanya saja kita tidak menyadarinya. Kita sering merusak diri kita sendiri, tapi tidak dapat mengerti tentangnya. Jika bukan karena rahmat Allah yang menuntun dan menunjukkan kebenaran-kebenaran kepada kita, pastilah kerugian besar bagi hidup kita. Seperti juga yang terjadi di bulan Ramadhan yang mulia ini. Kita susah-susah berpuasa, merasakan lapar dan haus, lelah dan letihnya badan kita seharian, namun entah menapa kita malah sibuk merusak serta menghapus pahala kita sendiri, seperti contohnya berkata kotor, atau berucap dusta. Padahal Rasululllah SAW yang mulia telah berpesan kepada kita, 

Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), Apabila seorang di antara kalian berpuasa maka janganlah ia berkata kotor, berteriak-teriak (bertengkar), dan bertindak bodoh. Jika ada orang yang mencela atau mengajaknya bertengkar maka katakanlah : Sesungguhnya aku sedang berpuasa (dua kali)” (HR. Bukhari danMuslim).

Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda (yang artinya), “Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan melakukan sesuatu dengan dasar kedustaan itu, maka tidak ada gunanya ia meninggalkan makanan dan minumannya itu di sisi Allah(HR. Bukhari).


Hijabers, Ramadhan akan berlalu walaupun kita menjadi lebih baik atau tidak. Jangan sampai kita sendiri yang rugi akibat kita tidak bisa mengendalikan atau mengkontrol diri dengan lebih baik. Jangan sampai pahala kita rusak dan atau malah puasa kita sia-sia saja karena kejahatan diri kita sendiri. Semoga Allah mengkaruniakan kesadaran dan kelembutan hati bagi kita untuk lebih memperbaiki diri dan menggapai pahala yang lebih banyak di bulan mulia ini. Wallahu’alam.

 

 

 

 

Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE