Mengapa Nabi Adam Memakan Buah Khuldi Hingga Diturunkan ke Bumi? | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Mengapa Nabi Adam Memakan Buah Khuldi Hingga Diturunkan ke Bumi?

3.029 kali dilihat

Selama di dalam surga, Allah Subhanahu Wata’ala  membolehkan nabi Adam dan istrinya umtuk memakan apapun yang ada di sana. Namun ada satu pantangan yaitu tidak boleh mendekati suatu jenis pohon.

Kami berfirman ”Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanan yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini yang menyebabkan kami termasuk orang-orang yang zalim.” (Qs. Al Baqarah:35).

Istilah “buah khuldi” sebenarnya tidak pernah disebutkan eksplisit oleh Allah Subhanahu Wata’ala dalam firmanNya di Al-Qur'an. Hanya diisyaratkan dengan sebutan pohon kayu, sejenis pohon yang punya banyak cabang. Memberi istilah atau nama buah tersebut dengan sebutan “buah khuldi” adalah Iblis ketika merayu Nabi Adam. Iblis mengatakan bahwa buah khuldi akan membuat mereka kekal di dalam surga. Iblis berhasil, dan Adam pun tertipu. Hal ini di abadikan di dalam Al-Qur'an Surat Thoha ayat 120, (yang artinya),Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?

Adam tertipu karena juga lemahnya iman ketika berhadapan dengan jebakan syaitan, meski hanya melalui bisikan saja. “Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (di dalamnya).” (Qs. Al Araf:20).

Hikmah dari kejadian yang menimpa Nabi adam tersebut bisa kita jadikan pelajaran berharga dalam hidup kita, Hijabers. Bahkan Nabi Adam yang sudah disematkan pemahaman tentang kefasikan dan kebenaran dalam dirinya dan Ia juga sudah menerima banyak karunia dari Allah semasa di surga saja masih bisa tergelincir oleh tipu daya syaitan. Lalu mengapa kita masih saja merasa aman dari tipu daya setan, dan tidak segera meminta perlindungan Allah setiap saat yaitu dengan mendekatkan diri kepadaNya?



RELATED ARTICLE