Menghindarkan Diri Dari kebiasaan Berhutang | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Menghindarkan Diri Dari kebiasaan Berhutang

273 kali dilihat

(DiaryHijaber.com) - Dalam aturan Islam, memang dibolehkan seseorang berhutang kepada orang lain, tetapi Islam menetapkan beberapa adab-adab serta aturan-aturan dalam berhutang tersebut.

 

Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman: Hai orang-orang yang beriman apabila kalian ber-mu’aamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya.(QS Al-Baqarah: 282)

 

Kenapa Islam sangat menekankan aturan tentang berhutang tersebut, tidak lain adalah agar jangan sampai kita menganggap remeh tentang urusan utang piutang. Karena banyak dari kita yang malah justru nyaman hidup dengan hutang, bahkan sampai seumur hidup kita. Apalagi dijaman sekarang ini, fasilitas untuk berhutang menjamur dimana- mana, disediakan oleh lembaga-lembaga, badan-badan atau perusahaan-perusahaan besar.

 

Hijabers, kebiasaan sering berhutang, lama- lama akan bisa mengantarkan seseorang kepada perbuatan-perbuatan yang diharamkan oleh Allah subhaanahu wa ta’aala. Pada hadits di seperti berdusta dan menyelisihi janji, dan berbuat kedholiman.

 

Inilah hal yang ditakutkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Karena itu beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam sering berdoa di shalatnya:

Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari azab kubur, dari fitnah Al-Masiih Ad-Dajjaal dan dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari hal-hal yang menyebabkan dosa dan dari berhutang

Berkatalah seseorang kepada beliau: “Betapa sering engkau berlindung dari hutang?

Beliau pun menjawab: “Sesungguhnya seseorang yang (biasa) berhutang, jika dia berbicara maka dia berdusta, jika dia berjanji maka dia mengingkarinya (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Rasul juga bersabda, Memperlambat pembayaran hutang untuk orang yang mampu membayarnya adalah kezaliman.(HR Al-Bukhari dan Muslim)

 

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sendiri memang pernah berhutang. Dan beliau melakukan hal tersebut karena sangat membutuhkannya. Dan karena sikap hati- hati beliau terhadap utang, beliau lalu menggadaikan baju besinya sebagai jaminan. Jadi apabila beliau tidak mampu membayarnya, maka baju besi itulah yang menjadi pembayarannya.

 

Belajar dari sikap beliau tersebut, maka bila kita tidak memiliki jaminan-jaminan untuk membayar hutang kita, lebih baik kita tidak membiasakan diri untuk berhutang. Karena ketika tiba- tiba kita meninggal nanti, dikhawatirkan kita akan mendapat banyak keburukan.

 

Diriwayatkan dari Abu Qatadah radhiallaahu ‘anhu dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam: Bagaimana menurutmu jika aku terbunuh di jalan Allah, apakah dosa-dosaku akan diampuni?” Beliau pun menjawab: Ya, dengan syarat engkau sabar, mengharapkan ganjarannya, maju berperang dan tidak melarikan diri, kecuali hutang. Sesungguhnya Jibril ‘alaihissalam baru memberitahuku hal tersebut (HR Muslim)

Diriwayatkan dari Tsauban, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa yang mati sedangkan dia berlepas diri dari tiga hal, yaitu: kesombongan, ghuluul (mencuri harta rampasan perang sebelum dibagikan) dan hutang, maka dia akan masuk surga(HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

 

Karena itu mari Hujabers kita membiasakan diri untuk tidak selalu berhutang, utamanya bila kita tidak dalam kebutuhan yang sangat mendesak dan tidak punya jaminan apapun untuk membayarnya. Dan apabila kita ingin berhutang, maka niatkanlah dengan kuat bahwa kita akan segera melunasinya secepatnya. Karena hati kita senantiasa dilihat oleh Allah, dan Allah akan menjadikan kenyataan apa- apa yang menjadi niat kita yang berhubungan dengan hutang kita tersebut.

 

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa meminjam harta manusia dan dia ingin membayarnya, maka Allah akan membayarkannya. Barang siapa yang meminjamnya dan dia tidak ingin membayarnya, maka Allah akan menghilangkan harta tersebut darinya. (HR Al-Bukhari)

 

Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari hutang, dan keburukan yang timbul dari masalah hutang. Aamiin

 


Artikel Terkait Lainnya..

RELATED ARTICLE