Menikah Beda Agama | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Menikah Beda Agama

277 kali dilihat

(DiaryHijaber.com) - Cinta, adalah anugrah yang sangat indah dari Allah untuk kita. Dengannya kita bisa memandang dunia dari sisi yang lain, yang kadang orang lain pun tak memahaminya. Cinta mengalahkan segala perbedaan, menembus jarak dan waktu, serta menciptakan banyak keajaiban.

Namun cinta memiliki perbedaan yang tipis dengan nafsu kita. Bahkan banyak dari kita yang susah untuk membedakan. Akhirnya apa yang kita kira sebagai sebuah cinta yang penuh anugrah, malah kemudian membawa bencana bagi kita. Tidak itu saja, hal yang kita kira cinta yang penuh kesyukuran, malah akhirnya membawa kita kepada kemungkaran kepada Allah Ta’ala.

Seperti yang terjadi dalam sebuah ikatan pernikahan yang berbeda keyakinan. Atas nama cinta kita memilih pasangan kita, yang memiliki agama berbeda dengan kita. Walaupun dia tidak meyakini Allah sebagai tuhan satu- satunya, apalagi mencintaiNya. Namun berbagai macam cara tetap diusahakan agar ikatan pernikahan itu bisa sah, walaupun hanya dalam pandangan manusia, dan tertulis dalam selembar kertas.

Padahal Allah Ta’ala telah berfirman, (yang artinya),

Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, Maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka. Jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman, maka janganlah kamu kembalikan mereka (wanita mukmin) kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka (wanita mukmin) tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. (QS. Al Mumtahanah: 10)

Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. (QS. Al Baqarah: 221)

Hijabers, ketika kita telah mengucapkan Laa Ilaha Ilallah maka salah satu konsekuensi dari semua itu adalah meletakkan cinta kita yang utama hanya kepada Allah Ta’ala. Namun apa jadinya jika kita malah memilih seorang makhluk atas nama hal yang kita namakan cinta, dan malah dengan rela menabrak ayat-ayat Allah? Padahal tidak ada yang kekal dalam dunia ini, termasuk cinta seorang makhluk. Namun Allah senantiasa mencintai kita dalam keadaan apapun, dan walaupun kita tidak lagi mencintaiNya.

Semoga mata hati kita tidak dibutakan oleh cinta kepada makhluk dan menghalalkan segala cara walaupun harus melanggar aturan Allah. Karena dalam membentuk sebuah rumah tangga kita butuh sakinah, mawaddah warahmah. Dan semua itu akan bisa kita rasakan hanya apabila kita mendapat ridho dari Allah ta’ala.

 

 



RELATED ARTICLE