Menikahlah HANYA Karena Allah Saja | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Menikahlah HANYA Karena Allah Saja

284 kali dilihat

Dalam sebuah pernikahan pasti akan ada perbedaan antara "dua kepala" yang menjalaninya tersebut. Karena itu adanya sebuah poin besar yang dapat menyatukan keduanya, adalah hal yang sangat penting buat dihadirkan. Sesuatu yang nggak cuma bisa melampaui tapi juga mengalahkan ego suami istri itu. Kalau nggak, yang satu bakal ke kiri dan yang lain ke kanan. Selanjutnya, ya sudah bubaran deh itu pernikahan akhirnya.

Dan hal besar itu adalah yang bernama kesamaan tujuan yaitu “menikah untuk beribadah kepada Allah”. Kalau semua hal dalam rumah tangga dilandaskannya pada aturan Allah, dan dengan tujuan hanya untuk mendapat ridho Allah saja, maka nggak akan ada lagi acara “ ini mau gue, atau ini mau kamu”, tapi “maunya Allah yang bagaimana dulu”. Jadilah poin “menikah untuk beribadah kepada Allah” ini bisa banget buat menengahi segala konflik yang nantinya mungkin datang dalam kehidupan berumah tangga.

Maka dari itu, kitapun dalam memilih pasangan juga harus berlandaskan aturan Allah, dan bukan mendahulukan poin cinta atau hal-hal yang berhubungan dengan dunia aja sebagai yang utama.

Pasangan yang baik menurut Allah adalah seperti yang tertulis dalam firmanNya, “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al Hujurat: 13). Mereka yang bertaqwa adalah yang menjaga diri dari adzab Allah Ta’ala dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi)

Memilih pasangan yang bertakwa kepada Allah akan mendekatkan kita pada banyak kebaikan, kawan. Dan jika rumah tangga kita penuhi dengan kebaikan dan keimanan kepada Allah, maka akan terciptalah sakinah, mawadah, warahmah.

Hal ini beda banget dengan mereka yang melandaskan pernikahannya hanya semata “karena ingin menikah, karena harus menikah dan karena memang sudah waktunya menikah”. Yang akhirnya bingung ketika mereka sudah masuk dalam dunia rumah tangga, dan lalu ada konflik dengan pasangan atau ketemu masalah yang lain. Yang ada masalah itupun akan diselesaikan dengan cara dan ala-ala mereka. Padahal belum tentu pasangannya setuju, dan belum tentu pula penyelesaian itu adalah yang terbaik baginya.

Bayangkan betapa nggak enaknya jika kita harus hidup dalam rumah tangga yang seperti ini, dimana salah satu ego harus mengalahkan salah lainnya. Dengan kata lain salah satu pasangannya ada yang merasa tertekan disana. Dan keadaan ini harus mereka pertahankan karena karena  kalau nggak mereka akan menemui hal yang bernama perceraian. Apalagi kalau sudah ada anak, mereka khawatir kalau perceraian akan merusak mental anak-anak. Dan jadilah dia nggak ada pilihan lain buat bertahan dalam rumah tangga yang menyedihkan, tapi dia harus tetap tinggal disana walaupun begitu menyedihkan.

Ya Allah, semoga kita dijauhkan dari mendapati kenyataan hidup yang seperti itu, kawan. Maka dari itu jangan sampai kita salah langkah dengan memilih awalan yang salah, yaitu meniatkan pernikahan kita untuk sesuatu niat atau tujuan selain hanya karena Allah dan hanya untuk mendapatkan ridho Allah saja.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE