Menyayangi Anjing dan Kucing Bisa Masuk Surga | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Menyayangi Anjing dan Kucing Bisa Masuk Surga

583 kali dilihat

Islam adalah agama yang penuh rahmat dan sangat peduli terhadap binatang. Bahkan beberapa nama dari surah di Al-Qur’an mengandung nama binatang seperti An Nahl dan An Naml. Kisah-kisah tentang binatang juga diceritakan dalam Al-Qur’an, bahwa kelak ada beberapa binatang yang akan masuk surga, yaitu anjing milik Ashabul Kahfi serta Burung Hudhud pada zaman Nabi Sulaiman.

Kasih sayang Islam terhadap hewan adalah mencapai tingkatan yang tidak terbayangkan oleh manusia. Sebagai contoh yaitu ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa’sallam (SAW) memberitahukan bahwa Allah mengampuni orang yang menyayangi anjing yang kehausan lantas ia memberinya minum.

Dari Abu Hurairah ra, beliau SAW bersabda, “Ketika seseorang berjalan, dia merasa sangat kehausan. Dia pun turun ke sumur lantas minum darinya. Kemudian dia keluar dan ternyata ada seekor anjing yang menjulur-julurkan lidahnya. Anjing itu makan tanah karena kehausan. Orang itu berkata dalam hati, ‘Anjing ini benar-benar mengalami kehausan seperti yang aku rasakan.’ Maka dia pun segera memenuhi sepatu kulitnya dengan air kemudian memegangnya dengan mulutnya. Lalu dia naik ke atas dan memberi minum anjing itu. Allah pun membalas kebaikannya dan mengampuninya.”

Hijabers, hewan-hewan itu tidak boleh disiksa, atau dibiarkan menderita. Seseorang akan masuk ke dalam neraka apabila sengaja menyengsarakan atau menyiksa hewan-hewan tersebut. Hal ini pernah disebutkan juga dalam sebuah sabda nabi, disebabkan karena adanya seorang wanita yang memperlakukan kucing itu dengan tidak layak, sampai akhirnya kucing itu mati.

Dari Ibnu ‘Umar ra, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang perempuan disiksa gara-gara seekor kucing. Dia mengurung kucing itu sampai mati. Karena itulah dia masuk neraka. Perempuan itu tidak memberi makan dan minum kepadanya -tatkala dia kurung-. Dan dia pun tidak melepaskannya supaya bisa memakan serangga atau binatang tanah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Imam Ibnu Baththal rahimahullah menjelaskan “Di dalam hadist ini terkandung dorongan untuk menaruh kasih sayang kepada segenap makhluk, tercakup di dalamnya orang beriman dan orang kafir, serta binatang yang dimilikinya maupun binatang yang bukan miliknya.”

Hijabers, semoga hati kita senantiasa dilembutkan oleh Allah untuk bisa menyayangi sesama kita, dan seluruh makhluk Allah yang ada disekitar kita. Aamiin.



RELATED ARTICLE