Merasa Malu Lah Hanya Kepada Allah Saja | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Merasa Malu Lah Hanya Kepada Allah Saja

209 kali dilihat

Dalam keseharian kita, kadang kita lebih sungkan kepada manusia daripada Allah Tuhan yang menciptakan kita. Kita sering mendahulukan apa yang disukai manusia, dengan alasan kita nggak mau di musuhi oleh mereka. Tapi seringkali konsekuensi dari semua itu adalah kita banyak menentang aturan Allah. Dan anehnya kita nggak keberatan dengan yang itu.

Padahalkawan, hanya Allah sajalah yang paling mengasihi kita, lebih dari siapapun. Berbeda dengan manusia yang justru kita utamakan itu. Mereka nggak menutup kemungkinan malah akan bisa membuat kita kecewa dan sakit hati suatu hari nanti.

Kita juga sering mengucapkan Laa Ilaha Ilallah, yang artinya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Namun kita nggak banyak mengerti bahwa makna dari semua itu berarti kita cuma beribadah, mengagungkan, menyembah, takut dan malu cuma ke Allah saja. Akhirnya kita tetap saja kita mendahulukan apa yang disuka manusia disekitar kita, dari pada yang disukai Allah. Hal ini persis seperti yang difirmankan oleh Allah di dalam Al Quran, (yang artinya),

"Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, Padahal Allah beserta mereka" (QS An-Nisaa' : 108)

Ibnu Abbaas radhiallahu 'anhumaa berkata tentang ayat ini : "Mereka malu kepada manusia dan mereka tidak malu kepada Allah"

Kawan,  tidakkah kita ingat, bahkan dalam keadaan nafas kita nanti tinggal di tenggorokan, yang kita butuhkan dan yang kita sebut hanya Allah, saja. Semua teman, ataupun manusia yang kita kasihi, kita dukung, dan kita puja dulu, hanya bisa melihat dan mendoakan kita. Allah ta’ala sajalah yang senantiasa akan bersama kita.

Kawan, jangan sampai menuruti apa yang diminta manusia jika hal itu ternyata malah membuat Allah marah kepada kita. Walaupun konsekuensi dari semua itu adalah kita akhirnya akan dimusuhi oleh banyak orang.

“lebih baik sendiri dan hanya bersama Allah, daripada berada di keramaian bersama banyak orang yang melupakan Allah”

Mendahulukan ridho manusia, apalagi mereka yang jelas-jelas menentang Allah hanya akan membuat kita berkenalan dengan kemaksiatan yang akan merusak hidup kita sendiri. Hasilnya, kita yang sudah maju, seperti dipaksa hendak mundur selangkah lagi, karena kita harus memperbaiki hidup kita kembali agar menjadi baik seperti semula.  

Kawan, setiap hari adalah ujian bagi kita. Karena Iman itu memang perlu ujian, kawan. Allah ingin melihat kesungguhan iman kita. Allah ingin melihat kita akan mendahulukan maunya manusia, atau ridhonya Allah satu-satunya Robb kita ini.

Sudah terlalu banyak contoh dari umat terdahulu yang telah melakukan kesalahan yang sama. Dan kita cukup belajar dari kesalahan mereka, dan bukan malah mengulangi kesalahan mereka, kawan. Dan semakin hari kita selangkah lebih dekat menuju maut kita. Jangan sampai disaat-saat akhir kita nanti, kita masih gagal membuktikan kesungguhan iman kita, dan sayangnya kita ke Allah karena lebih sibuk mencari ridhonya manusia.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE