Muda Hura-Hura, Mati Masuk Surga | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Muda Hura-Hura, Mati Masuk Surga

552 kali dilihat

“Muda hura hura, tua kaya raya, mati masuk surga.” Kiasan itulah yang banyak disukai dan diangan-angankan oleh mereka yang memiliki kecenderungan lebih pada kehidupan dunia. Bagi mereka, rasanya susah untuk menerapkan istilah taat, dan kerja keras, namun tetap saja mereka mengharapkan akhir kehidupan yang enak dan nyaman yaitu di surga.

Sesuatu yang sangat mustahil pastinya untuk terjadi dalam kehidupan nyata, Hijabers. Karena hidup intinya adalah ketaatan kepada Allah untuk mendapatkan ketenangan, serta perjuangan keras untuk mendapatkan kenyamanan, dan sebagai hasilnya insha Allah surgapun ada sebagai imbalan bagi kita.

Karena itu Hijabers, masa muda yang hanya berfokus pada hura-hura, intinya adalah penanaman diri kita untuk rela menderita ketika nanti telah tua. Itulah kenyataan hidup yang sebenarnya. Tidak perduli berapa banyak harta yang kita dapat, betapa kuat fisik yang  punya, dan betapa panjang cita-cita yang kita harap, tapi ketika sikap, sifat dan kebiasaan kita tidak selaras dengan ketaatan pada Allah dan kerja keras, maka semua akan sia-sia saja. Semua akan habis, dan selesai tanpa kita sadari sebelumnya.

Selain itu, ada harga lebih yang harus kita bayar untuk sebuah hura-hura di masa muda. Modal utama kita yaitu waktu, yang tidak bisa dibeli dengan apapun itu, tidak akan pernah kembali dan atau diputar lagi. Betapapun kita memiliki harta segunung, tapi ketika waktu kita sudah terlanjur tua, lemah dan sakit-sakitan, maka semua itu tetap tidak bisa menebus kembali waktu yang sudah kita sia-siakan tanpa sesuatu yang berguna.

Mari kita bercermin kepada mereka yang telah banyak berhasil dalam hidup, dan tenang dalam baiknya ikatan mereka dengan Allah. Lihatlah bagaimana beratnya mereka mengusahakan semua itu dimasa muda mereka dulu. Serta lihatlah bagaimana gembiranya, damai dan santainya mereka menyambut masa tua mereka dengan indah. Pengalaman seperti ini tentunya memberi pelajaran yang sangat berarti untuk kita, Hijabers.

Rasulullah sang teladan kitapun mengajarkan hal yang sama. Beliau dari kecil malah telah mengawali sebuah kerja keras dengan menggembala kambing dan menjadi pedagang. Beliau sama sekali tidak memiliki cita-cita untuk hanya hidup berfoya-foya, atau berpangku tangan saja. Lihatlah kemudian bagaimana akhirnya kapasitas Beliau sebagai pedagang. Sejarah mencatat nama dan predikat Beliau sebagai pedagang besar yang sangat terkenal lagi jujur dan amanah.

Hijabers, jangan sia-siakan masa muda kita. Jangan biarkan waktu berlalu begitu saja. Karena semua pasti ada konsekuensinya. Karena semua ada pertanggungan jawabnya dihadapan Allah. Isi hari-hari kita dengan kerja keras, prestasi, dan ketaatan pada Allah, sebelum kita akhirnya lemah secara fisik dan mental karena telah menua. Dan sebelum jatah nafas kita habis karena jadwal menghadap sang Kuasa. Semoga Allah selalu memudahkan usaha kita dan melembutkan hati kita untuk menyadari semua itu, selagi kita masih muda. Aamiin.

 

 

 

 

Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE