Mulut Kita Dibuat Di Depan, Biar Kita Nggak Ngomong Dibelakang | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Mulut Kita Dibuat Di Depan, Biar Kita Nggak Ngomong Dibelakang

264 kali dilihat

Kadang, disaat kita merasa keberatan dengan seseorang, kita lebih nyaman buat membicarakan orang itu dibelakang dia dari pada mengajaknya ngobrol bersama. Kita fokus hanya pada kejelekannya saja, yaitu yang membuat kita jengkel setengah mati kepadanya. Kita bahkan nggak lalu membahas atau memendam ini semua dengan diri kita sendiri aja. Kita pun lalu sering melibatkan orang lain buat mendengarkan keluh kesah kita, dengan dalih “gue butuh curhat, biar lega.”

Padahal...

Sadar nggak sadar, sebenarnya justru kitalah ternyata yang terbukti punya kualitas nggak asyik di kasus ini. Gimana nggak, belum juga mencoba buat ngobrol atau diskusi bareng dengan orang yang kita maksud, tapi kita udah menaruh curiga atau prasangka yang nggak baik buat dia. “Alah, paling dibilangi juga ntar nggak ngefek buat dia. Percuma lah!” begitu biasanya kalimat yang kita bilang.

Padahal...

Kita nggak tahu kalau siapa tahu hidayah Allah turun baginya, lantaran kita mau meluangkan waktu untuk mengingatkannya atas kesalahannya. Tapi karena kita malah sibuk menuruti nafsu kita sendiri buat marah,  yang ada kita malah dapat 1 dosa buat karena sudah berpikiran negatif ke orang lain.

Kita juga terbiasa ngeles dengan kalimat “malas deh gue urusan sama dia”. Padahal kita sebenarnya cuma sekedar khawatir, atau bahkan mungkin takut dengan efek yang akan terjadi bila kita menyampaikan keluhan kita kepada orang yang bersangkutan. Tetapi kenapa mesti takut atau khawatir bila kita di posisi benar? Diapun mungkin saat ini belum bisa mengakui kesalahannya atau malah nggak mau ngaku kalau salah, tapi pasti dalam hati kecilnya suatu saat nanti dia akan melakukan pengakuan dosanya tersebut. Jadi kenapa harus takut?

Nggak perlu terlalu baper saat kudu berurusan dengan orang lain, apalagi yang membuat kita tersinggung dengan sikapnya. Nggak perlu marah, memberikan reaksi berlebihan, atau malah berbalik menggunjing saat kudu ketemu dengan orang semacam itu. Karena hati orang kita nggak tahu. Siapa tahu kalau sebenarnya dia nggak tahu kalau yang dia lakukan itu ternyata salah?. Mulut kita diciptakan didepan oleh Allah, maka nggak sepantasnya kalau kita buat ngomongin dibelakang. Apalagi Allah Ta’ala telah berfirman kepada kita, (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)

Kawan, sayangilah orang lain seperti kita pengen disayang. Perlakukan orang lain seperti kita pengen banget diperlakukan. Dengan begitu, kita akan lebih disayang. Dan Allah juga akan lebih ridho ke kita. Berkatalah apa adanya kepada orang yang membuat kita marah. Sampaikan dengan baik tentang semua keberatan dia, secara langsung dihadapan dia dan tanpa harus lagi “mengulitinya” dibelakang dia lagi. Bila semua tidak diterimanya dengan baik, paling nggak kita udah bersikap baik-baik. Dan itulah yang membedakan dia dengan kita.

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE