Narkobaku, Sahabatku | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Narkobaku, Sahabatku

269 kali dilihat

Ada banyak teman kita diluar sana yang terjebak dalam dunia hitam narkoba. Bahkan nggak jarang ada yang sampai kehilangan nyawanya gara-gara barang haram satu ini. Awalnya sih coba-coba, lama-lama mereka menamakannya “sahabat”. Tapi ternyata si sahabat ini adalah yang bermuka dua dan suka menikam dari belakang. Depannya aja kelihatan manis dan asyik, tapi ternyata tanpa dia sadari akhirnya malah menghancurkan dirinya sehancur-hancurnya.

Episode selanjutnya, merekapun sedih, menyesal, bahkan menyalahkan siapapun yang bisa disalahkan. bahkan Allah juga deh kalau perlu. Sangat disayangkan banget, kan?

Kawan, tahukah kita kalau kita terjebak dalam dunia hitam narkoba itu, kita nggak semata-mata terjebak, Tapi karena memang itu adalah salah kita sendiri yang memutuskan untuk mau terjebak. Walaupun mungkin ada diantara kita yang bilang “gue kena gara-gara salah pergaulan”, atau “ gue terjebak karena dijebak”. Tapi kalau orang yang BERONTAK dan berusaha buat TIDAK melakukan, itu bakal sama sekali beda dengan mereka yang akhirnya sekarang malah hidup bareng narkoba. Mereka yang niat kuat banget buat menghindari atau menyembuhkan diri, bakal ada usaha walaupun gimanapun beratnya usaha itu. Niatnya kuat banget buat nggak mau dan nggak lagi-lagi jadi sahabat narkoba.

Jadi jangan hanya sibuk menyalahkan siapapun yang bisa disalahkan, dan atau terus terusan hidup dalam narkoba. Melangkahkah, keluarlah, sembuhkanlah, dan putuskanlah buat nggak lagi-lagi bersama Narkoba.  Karena faktanya kalau kita nggak buru-buru melakukan semua itu, maka kita sendiri lho yang bakal hancur dan selesai.

Nggak perlu bilang juga, “Kamu nggak ngerasain apa yang gue alamin. Karena itulah aku pakai narkoba”. Kalimat ini seakan bisa banget dijadikan senjata pamungkas buat membenarkan langkah kita sampai terus-menerus terjerumus dunia narkoba. Heeeey! Mungkin orang lain memang nggak akan merasakan apa yang kita rasakan. Tapi yang pasti mereka juga punya masalah sendiri di hidupnya. Dan siapa tahu juga masalah mereka justru ternyata sangat lebih berat dari pada yang kita hadapi, lho. Tapi hebatnya ternyata mereka nggak pakai tuh yang namanya lari ke dunia narkoba, atau dengan kata lain justru malah ketahuan kan kalau kita ternyata yang lebih cengeng menghadapi cobaan hidup.

Kawan, pasokan barang haram ini akan terus ada. Tapi kalau kita serius dan kuat bilang TIDAK, ya tetap aja nggak bakal kejadian kita kecanduan narkoba. Karena itu jangan main-main buat bilang TIDAK pada narkoba. Karena terlalu banyak yang kudu kita pertaruhkan kalau sampai kita memilih buat bersahabat dengan barang haram satu itu. Masa depan hancur itu udah pasti, waktu juga udah ketahuan bakal kebuang banget, nama baik kita dan ortu dan keluarga besar juga bakal tercoreng, dan penyesalan yang sangat saat kita nanti nyadar kalau akhirnya semua yang kita lakukan dulu itu nggak benar.

Mari kita belajar buat bisa berpisah dari narkoba. Salah satunya adalah dekat dengan Allah Ta’ala, pencipta kita. Dengan begitu, kita bakal ngerti tujuan hidup kita itu apa, seperti yang tertulis di dalam Al Quran,(yang artinya), 

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Qs. Al-Dzariyat: 56)

Kalau kita sudah ngerti banget tujuan kita hidup itu apa, maka kita nggak akan dengan sembarangan “improvisasi” sikap dan gegabah memilih jalur hidup kita. Apalagi sampai mau berkubang dalam kehidupan yang negatif itu lama-lama.

Kita juga bakal ngerti kalau hidup itu ternyata adalah tentang tanggung jawab. Tanggung jawab ada diri sendiri, pada keluarga dan pada Allah Ta’ala terutama. Kita akan ngerti kalau kelak kita bakal dimintai pertanggung jawaban atas semua yang telah kita lakukan di dunia. Allah udah memperingatkan kita di dalam firmanNya, (yang artinya),

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Qs. Al Mukminun:115).

Jadi jangan terlalu NAIF deh dengan bilang, bahwa narkoba bisa jadi sahabat kita. Yang ada dia bakal menghancurkan kita sehancur-hancurnya. Kita nggak bakal bahagia dengan narkoba, walaupun awalnya kita merasa senang dengan adanya dia. Kita nggak bakal damai dengan narkoba, sekarang dan apalagi dimasa depan kita. Yang ada juga dia bakal buat masalah baru di hidup kita, dan menjadikan sejarah hidup kita nanti bakal tercoreng. Padahal sejarah hidup kita itulah yang bakal ada walaupun kita udah nggak ada nanti. Malu kan sama anak cucu kita nanti, ya nggak sih?

Kuatkan niat dan tekad kita buat bilang TIDAK, dan lalu menjauhi segala sumber yang membuat kita bisa balik lagi sama dia. Entah itu dari teman, lingkungan, atau dari manapun. Jangan terlalu NAIF deh dengan bilang, bahwa narkoba bisa jadi sahabat kita. Kita nggak bakal bahagia dengan narkoba, yang ada dia bakal menghancurkan kita sehancur-hancurnya.Dan satu hal yang harus kita ingat, bahwa kita udah makin gede dan kudu ngerti tentang tanggung jawab, tentang diri kita sendiri, kepada keluarga, dan yang paling penting kepada Allah, Robb kita.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE