Ngomong-Ngomong Soal Sihir | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Ngomong-Ngomong Soal Sihir

184 kali dilihat

Jaman sekarang ini, sihir dalam berbagai macam bentuk dan nama, dianggap wajar aja buat dilakukan. Profesi dukun, paranormal, bahkan laris manis dipasaran. Nggak jarang juga mereka menyamar dengan label ustadz atau kyai sekalian bila perlu, buat melancarkan aksinya menebar acara syirik bersama ini.

“Pasien” yang datang juga bukan kalangan sembarangan, loh. Jangan bilang mereka khusus orang-orang yang nggak berilmu dan beragama. Bahkan mereka yang katanya lulusan luar negeri pun, masih banyak yang pakai acara sihir menyihir. Walaupun mungkin kemasan, bentuk dan nama dari kegiatan sihir itu diganti dengan yang beda-beda. Ada juga bahkan yang ngakunya penghafal Al Quran dan atau rutin sholat 5 waktu tiap hari tapi masih juga seneng bermain dengan acara sihir menyihir.

 Ya, itulah kenyataan yang ada di tengah-tengah kita. Bahwa Allah dengan segala kuasaNya, malah kurang dipercaya hanya karena Allah tidak terlihat nyata. Sedang dukun, setan, sihir dan kawan-kawannya lebih menggiurkan dan menenangkan buat mereka, karena dianggap memberi efek yang nyata buat memperlancar urusan mereka.

Mereka lupa, bahwa dunia dan segala urusannya ini hanyalah sebentar saja buat mereka. Dan segala urusan yang ada di dalamnya, nggak seharusnya diambil hati dalam-dalam apalagi sampai pakai acara tebus menebus begitu besar, bahkan terlalu besar, dengan melakukan kejahatan semacam shir yang begitu dibenci oleh Allah.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Qs. Al-An'Am: 32)

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (Qs. Al-Ankabut: 64)

"Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu." (QS. Muhammad: 36)

Kawan, Allah adalah pemegang segala urusan. Dan Dia-lah juga sebaik-baik penyelesai masalah kita. Bahkan Iblispun, si nenek moyang kejahatan itu, dahulu juga memohon kepadaNya. Persis seperti yang tertulis di dalam Al Quran, (yang artinya), "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan" (Qs. Al A’raf: 14)

Tapi anehnya kita malah sibuk meminta tolong kepada Iblis lewat sihir dan kesesatan yang diajarkannya. Padahal dalam keseharian kita, kita selalu bilang “Iyyaka na'budu wa iyya kanastain”, yang artinya “Hanya kepadaMu lah kami beribadah dan hanya kepadaMu lah kami minta pertolongan.” (Al Fatihah: 5)

Kawan, mempelajari, mengamalkan apalagi menggantungkan urusan kita kepada sebuah sihir adalah merupakan bentuk kekafiran. Karena sihir nama lainnya adalah beribadah kepada Iblis. Dan hal itu termasuk dosa besar yang tidak akan diampuni. “Sesungguhnya Allah tidak memberi ampunan dosa syirik dan memberi ampunan segala dosa selain syirik” (Qs. An Nisa’ 48)

Maka dari itu, jangan tukar akhirat kita dengan urusan dunia yang sangat sedikit dan sebentar. Jangan sampai kita nekat berurusan dengan sihir dan atau kawan-kawannya. Ingatlah bahwa dunia memang tempatnya cobaan. Susah dan senangnya, terima saja. Nikmati saja, syukuri saja. Toh, semuanya nggak akan selamanya. Tapi sayang sekali kan kalau akhirnya menyedihkan hanya gara-gara kita berpaling dari Allah dan mempercayakan hidup kita diatur oleh sihir?. Sekali lagi, jangan pernah tukar akhirat kita dengan urusan dunia yang sangat sedikit dan sebentar ini. Semoga Allah selalu memberikan keselamatan iman bagi kita semua. Aamiin.

 

(NayMa)

 

 



RELATED ARTICLE