Nikmat Tuhan Manakah yang Kau Dustakan? | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Nikmat Tuhan Manakah yang Kau Dustakan?

465 kali dilihat

Nikmat Allah kepada kita tidak terhitung banyaknya. Bahkan jika kita menghitungnya, maka kita tidak akan sanggup. Makanan, minuman, kebisaan kita berjalan, bernafas, dan lain- lain itu adalah nikmat. Bahkan sekedar menguap atau bersin pun, itu adalah sebuah nikmat.

Kalkulator kita sebagai manusia, pasti tidaklah cukup untuk menyebutkannya satu persatu. Ambil contoh saja nikmat bernafas yang kita lakukan setiap hari. Di umur kita sekarang ini, kira-kira sudah berapa oksigen yang kita habiskan secara gratis? Berapa banyak juga detak jantung yang tetap ada buat kita walaupun kita dalam keadaan tidur?. Demi Allah, kita tidaklah mungkin sanggup menyebutkannya satu persatu.

Allah Ta’ala berfirman,

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. An Nahl: 18).

Hijabers, dan bayangkan jika kemudian kita harus membayar semua nikmat tersebut dengan hitungan uang. Jumlah yang harus kita bayar pastinya teramat banyak, dan akan sangat memberatkan kita. Tidak akan sanggup kita membayarnya walaupun setelah bekerja keras seumur hidup.

Dan tidak hanya sekedar sesuatu yang bisa kita lihat Hijabers, bahkan kondisi badan serta jiwa kita yang sehatpun adalah sebuah nikmat, namun justru hal inilah yang jarang kita ingat dan kita syukuri keberadaannya. Rasulullah SAW bersabda, (Yang artinya) “Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang. (HR Bukhari).

Setelah mendapatkan semua ini, maka semakin jelaslah bahwa Allah Subhanahu Wata’ala memang benar-benar Maha Pengasih dan Penyayang dengan kita, mengingat kita yang seringkali masih ingkar dan tidak mau bersyukur dengan semua nikmat Allah tersebut. Bahkan tak jarang pula kita malah bersikap sombong, dan seolah-olah nikmat itu akan selamanya berada di diri kita, tanpa sebuah pertanggungjawaban. Padahal tidak! Hari penghisaban dan pertanggungjawaban itu pasti akan datang ke kita, dan kita akan dipertanyakan tentang semua nikmat itu, Hijabers. Maka sudah selayaknya kita mempersiapkan baik-baik kedatangan hari itu. Semoga pembahasan kita kali ini menjadi bahan perenungan kita seua untuk lalu banyak-banyak bersyukur dan menambah ketaatan kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Aamiin.



RELATED ARTICLE