Orang "Besar" Dan Haters-nya | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Orang "Besar" Dan Haters-nya

229 kali dilihat

Semua yang ada di bawah langit punya sebuah konsekuensi. Nggak cuma dalam hal yang kurang enak, bahkan dalam hal yang positif sekalipun, konsekuensi itu tetap eksis ngikutin kita. Salah satunya adalah dalam hal sebuah kesuksesan. Orang yang sukses dan udah “besar”, konsekuensinya adalah memiliki kualitas musuh atau haters yang besar juga. Dan mau nggak mau kita kudu siap dengan semua itu. Walaupun sebenarnya kita nggak suka cari musuh.

Tapi udah seperti sebuah kepastian, bahwa sebaik-baiknya orang di dunia, pasti tetap akan ada orang yang nggak suka sama dia. Contoh nyata aja, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam aja, masih dimusuhi sama Abu Jahal dan Abu Lahab.

Dan semua orang “besar” harus siap dengan semua yang diperbuat haters nya itu. Tentunya dengan menunjukkan sikap yang “membesarkan” dia juga, dong. Seperti sikap Rasulullah dalam menghadapi musuh-musuhnya. Walaupun mereka selalu menghina, dan menzhalimi beliau, tapi beliau nggak frontal membalas hinaan itu dengan hinaan pula, atau membalas hujatan dengan hujatan juga, apalagi dengan pakai kekerasan.

Rasul selalu merangkul siapa saja yang menghina beliau. Bahkan saat beliau diludahi, Rasul nggak yang lalu mengerahkan pasukannya untuk membunuh orang itu, walaupun para sahabat beliau yang lain udah pengen ngelakuin sesuatu buat orang itu, saking udah “gemes” aja. Tapi beliau malah mendatangi rumah si peludah untuk menjenguknya saat dia sedang sakit.

Begitulah, emang orang “besar” itu tahu gimana bersikap anggun kepada musuhnya. Mereka siap banget menghadapi konsekuensi dari “kebesaran” mereka, yang pastinya nggak bakal kecil. Apapun tingkah polah haters nya, nggak akan dengan gampang menghilangkan kemuliaannya.

Selain itu, mereka tahu mereka harus stay di level mana. Mereka juga ngerti kalau nggak perlu bersikap yang nggak penting, menghadapi haters dengan tingkah laku yang nggak penting. Orang-orang “besar” itu tetap damai dan kokoh seperti pohon yang tertancap kuat ditanah, dan nggak gampang ambruk walaupun ada topan yang mampir. Bahkan yang ada, si haters sampai capek sendiri, bingung sendiri dan nyerah deh dengan segala kebencian mereka.  

Kawan, lalu apakah kita termasuk orang “besar” dan sukses itu juga, yang tahan banting menghadapi haters dengan segala tingkah polah mereka? Yang nggak gampang tumbang juga hanya karena omongan atau sikap yang nggak penting karena saking iri atau bencinya mereka ke kita? Ataukah kita hanya sekedar orang ”kecil” yang kalau si haters ngomong sinis atau nyinyir dikit aja, kita langsung nangis dan galau?. Apapun sikap kita, dari situlah kita bisa menilai kualitas diri kita sendiri. Udah pantaskah kita jadi orang “besar” atau sebenarnya kita hanya baru bisa berhenti menjadi orang “kecil” yang gampang galau dan rapuh.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE