Pahami Teman Anda, Kenali Musuh Anda | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Pahami Teman Anda, Kenali Musuh Anda

477 kali dilihat

Sabda Rasulullah Salallahu 'alaihi wa sallam ini, memberikan peringatan kepada kita agar senantiasa memilih dan memilah dalam hal pertemanan.

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari).

Bukan berarti harus memandang rendah atau tinggi kepada seseorang, namun memang nyatanya manusia memang ada yang berakhlak buruk dan baik. Dan ketika kita berteman dengan yang buruk, lambat laun kitapun akan menjadi seperti dia. Hal yang samapun terjadi jika kita berteman dengan orang baik. Pengaruhnya sedikit banyak akan sampai pada diri kita. Bahkan sekedar memandang atau mengingat mereka yang baik tersebut, hati sudah kembali tenang.

Ibnul Qayyim mengisahkan, “Jika kami ditimpa perasaan gundah gulana atau muncul dalam diri kami prasangka-prasangka buruk atau ketika kami merasakan sempit dalam menjalani hidup, kami segera mendatangi Ibnu Taimiyah untuk meminta nasehat. Maka dengan hanya memandang wajah beliau dan mendengarkan nasehat beliau serta merta hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang”.

Lalu Hijabers, dengan siapakah kita sekarang berteman? Seperti apakah mereka? Apakah mereka memberikan pengaruh baik pada kita, atau sebaliknya?

Jangan sampai kita salah memilih lingkungan dan teman bergaul kita. Karena tanpa disadari kita bisa membentuk diri kita seperti dia. “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad).

Al Ghozali rahimahullah mengatakan, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.”

Hidup hanya sekali kawan,  jangan sampai kita salah pilih dalam menentukan mau jadi apa serta seperti apa kita kelak. Dan hal itu diawali dari keputusan kita dalam memilih teman yang akan mewarnai keseharian kita, dan inshaallah menentukan bagaimana bentuk masa depan kita nanti. Karena itulah kita harus hati-hati, selektif dan tidak hanya sekedar mengikuti senang-senangnya hati.



RELATED ARTICLE