Pasanganku Nggak Sesuai Harapanku | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Pasanganku Nggak Sesuai Harapanku

162 kali dilihat

Dulu ketika belum menemukan siapa yang bakal jadi jodoh kita, rasanya penasaran banget. Hari-hari dipenuhi dengan tebak-tebakkan di kepala, padahal jawabannya pun kita nggak bisa dapat dalam waktu cepat. Tapi kita tetap saja nggak berhenti buat kepo dan penasaran. “kira-kira dia atau dia ya, yang jadi jodoh gue?” kira-kira begitu tuh yang ada di batin kita.

Dan ketika hari H itu terjadi, dan kita menjadi yang sah dalam ikatan suami istri, kita senangnya bukan main. Seakan kita menjadi orang yang paling bahagia di dunia nembus ke akhirat hee... kita melihat pasangan kita sebagai yang paling baik dan yang tersempurna.

Hari berganti, waktu berlalu dan kitapun jadi lebih mengenal satu sama lain dengan lebih real. Nggak jarang pada momen ini ada dari kita yang nggak lagi merasakan kasih sayang yang sama kepada pasangan yang seperti dulu. Yaitu seperti ketika kita sangat berharap dia bisa datang secepatnya dalam hidup kita, dan dulu ketika awal kita mengikat janji suci pernikahan kita. Banyak rasa yang jadi hambar, banyak perkara yang rasanya sulit, bahkan hal-hal kecil bisa dirasa rumit, dan lain sebagainya.

Itulah hati kita sebagai manusia. Hati yang di detik selanjutnya bisa berubah-ubah tanpa kita tahu. Rasa sayang yang dulu kita punya untuk seseorang yang kita puja, beralih dengan rasa galau bahkan benci dan kecewa. Kita bahkan merasa telah salah pilih, merasa nggak beruntung dan lain sebagainya. Sebagai puncaknya hari-hari kita akhirnya banyak diisi oleh konflik dan rasa nggak puas yang terus menerus.

Padahal...

Kawan, nggak ada manusia yang begitu sempurna di dunia ini sampai dia harus dipuji terus menerus. Dan di dunia ini juga nggak ada orang yang sangat nggak sempurna sampai-sampai kita bisa bilang bahwa hanya kejelekan saja yang ada pada dirinya. Kita dulu banyak memuji pasangan kita karena hati kita yang terlalu tertutup dengan cinta pada manusia. Dan kita sekarang banyak merasa kecewa dengannya karena harapan kita sendiri yang terlalu besar dan anagn- angan kita yang terlalu tinggi kepadanya.

Kita hanya menikahi seorang manusia. Yang pastinya memiliki sisi kelemahan betapapun indahnya dia. Yang juga punya sisi kelebihan betapapun ada kurangnya dia. Pasangan kita bukan malaikat yang senantiasa baik dan taat.

Dan Allah juga nggak mungkin melakukan sesuatu dengan sia-sia dan atau untuk sesuatu yang buruk tujuannya. Karena Allah adalah yang Maha Penyayang atas segala sesuatu. Di dunia ini banyak sekali manusia yang bisa dipasangkan Allah untuk menjadi pasangan kita. Tapi Allah mentakdirkan dia yang menjadi pasangan kita. Allah pasti hendak memberi hikmah besar atas semua itu kepada kita.

Hanya saja kita yang masih beriman tipis ini, keras hati, keras kepala, dan banyak keluhan ini yang belum bisa mengerti apa maksud baik Allah atas semua itu. Kita nggak ngerti kalau Allah nggak mungkin salah memasangkan jodoh buat kita.

Jadi?...

Jadi syukurilah saja apa yang ada. Jikapun kita bersama orang lain yang kita rasa lebih baik, bukan berarti kehidupan kita juga akan lebih baik. Karena sudah sangat wajar bila dikatakan “rumput tetangga lebih hijau”. Tapi ketika kita masuk didalamnya, belum tentu kita juga akan merasakan yang sama. Jangan harap bahwa kita nggak akan menemukan masalah dalam hidup kita bersama pasangan kita. Masalah akan tetap ada, selama judulnya kita masih menikah dengan manusia. Mungkin hanya versinya saja yang akan berbeda.

Berbahagialah saja dengan apa yang telah Allah berikan kepada kita. Atau cari saja kebahagiaan itu dengan cara yang kita bisa. Sungguh Allah bukanlah Robb yang menginginkan kesengsaraan bagi kita. Dialah satu-satunya yang paling penyayang diatas siapapun yang pernah menyayangi kita. 

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE