Pengen Banget Nikah Sih, Tapi Kok Gini! | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Pengen Banget Nikah Sih, Tapi Kok Gini!

604 kali dilihat

Ketika udah sampai di umur yang mapan, semua cewek pasti mengidamkan membentuk sebuah rumah tangga yang indah. Nggak jarang, momen itu bahkan sampai terbawa dalam mimpi, lho. Membayangkan bersama dalam ikatan yang halal dengan orang yang disayangi itu memang menyenangkan sekali.

Tapi, tahu nggak sih...

Sebagus apapun awal dari sebuah pernikahan itu, kalau kitanya masih punya beberapa sifat ini, maka lama kelamaan kehidupan pernikahan itu akan jadi membosankan, bahkan berakhir dengan kacau. Nggak percaya? Yuk kita bahas lebih lanjut.

  1. Kekanak-kanakan

Yang menikah itu adalah yang udah dewasa, dan bukan anak-anak lagi. Secara, yang namanya anak-anak kan emang yang masih manja, maunya dilayani, belum ngerti tentang tanggung jawab, dan zonk soal tugasnya sendiri.

Tapi gimana kalau orang dewasa itu ternyata masih ke kanak-kanakan? Tugasnya sebagai istri nggak ngerti, megang panci aja merinding, nyapu aja galau, bla...bla...bla...

Dibilang anak-anak tapi umurnya udah banyak. Dibilang dewasa tapi masih kekanak-kanakan. Susah dah tuh! Lebih susah lagi kalau dia yang begitu bilang cepat pengen nikah. Lah apa nanti pernikahannya justru akan jadi siksaan buat pasangannya?

  1. Egois

Nikah itu berarti menyatukan dua kepala, dan itu nggak gampang. Konflik itu udah pasti, beda pendapat apalagi. Belum lagi kalau ditambah adanya sifat egois, menang sendiri, selalu merasa benar sendiri,wah tambah seru!. Tapi ngapain coba kita nikah, kalau semua-mua adalah tentang diri kita sendiri?. Karena itu jangan cuma sekedar pengen cepat nikah, tapi kita kudu bisa menghilangkan sifat ini dulu dari diri kita. Karena sifat ini seperti bom waktu kalau terus dipelihara. Apalagi kalau kita udah punya pasangan nanti. Kalau kita nggak mau belajar men-delete-nya, maka itu sama aja kita nyiksa pasangan kita. Nah lho, masak iya yang begitu itu namanya mencintai?

  1. Malas

Sifat malas sukses membuat kita dalam masalah dibanyak hal. Nggak terkecuali dalam kehidupan nanti setelah menikah. Ya kali’ seorang suami bakal bahagia kalau istrinya malas ngapa-ngapain? Bau badan baunya hanya Tuhan yang tahu, rumah udah kaya’ kapal pecah, pemukiman laba-laba dimana-mana, selimut sama kain pel udah susah dibedain, dan sebagainya, dan sebagainya. Wuh bisa berakhir dengan perang dunia ketiga, bibeh! Jadi kalau sifat itu masih ada di kita sekarang, mulai deh belajar nyingkirin dulu. Kalau nggak mau pernikahan kita nantinya bakal ramai karena suami banyak protes ke kita.

  1. Boros

Kalau sekarang kita masih single dan alhamdulillah-nya udah kerja, pasti nggak akan berasa deh tentang banyaknya pengeluaran. Mau belanja juga masih yang oke-oke aja. Tapi bayangpun kalau ternyata ada cewek yang udah jadi mama dengan beberapa orang anak tapi dia tetap merasa single dan melakukan gaya hidup ala-ala single, dimana dia bisa menghabiskan gajinya hanya untuk kebutuhannya sendiri, sedangkan ternyata gaji suaminya aja masih kurang buat anak-anaknya, wah bisa kacau tuh lama-lama rumah tangganya. Yups, sifat boros dan nggak pakai perhitungan kalau belanja, padahal pendapatan tipis itu terbukti sukses banget membuat rumah tangga porak poranda. Udah banyak loh yang kejadian begitu. Jadi buat kamu yang pengen nikah, bisa belajar bener deh dari pengalaman mereka yang udah ngalamin situasi kacau itu. InshaAllah dengan begitu, pernikahan kamu kelak akan lebih selamat dari konflik tentang masalah keuangan.

  1. Kasar dan pemarah

Ada gitu cewek yang kasar dan pemarah? Ada lah pastinya. Cuma anehnya yang begini juga pengen nikah. Kalau kita bilang sih cari masalah itu namanya. Bukan nikahnya yang masalah tapi sifat dianya itu yang bakal bawa masalah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya “Siapakah wanita yang paling baik? Beliau menjawab: “Yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, taat jika diperintah suaminya dan tidak menyelisihi suami dalam diri dan hartanya dengan apa yang dibenci suaminya.” (HR. An Nasa’i)

Bayangpun gimana cewek yang kasar dan pemarah itu nggak bawa masalah coba, boro-boro dia menyenangkan dilihat atau taat ke suaminya seperti sabda Rasul tadi.  Lah hari-hari yang begitu mah hobi maki-maki suami, atau salah dikit aja main bentak dan ngeluarin kata-kata yang nggak pantas buat suaminya. Waduh, bisa selesai bener itu rumah tangga!. Jadi logis banget kan kalau keinginan buat kita pengen nikah diselaraskan dengan usaha kita ngilangin sifat kasar dan pemarah yang mungkin ada di diri kita? Bukan begitu, bukan?

Kawan, menikah itu sunnah Rasul, karena dengan menikah kita menyempurnakan separuh agama kita. Tapi menikah juga menuntut sebuah konsekuensi yang besar. Dan kalau kita pengen sebuah pernikahan, kita juga kudu siap terima konsekuensinya. Salah satunya adalah dengan mau belajar menghilangkan beberapa sifat buruk seperti diatas tadi. Hal ini bukan sebuah pilihan melainkan keharusan agar pernikahan nggak jadi masalah buat kita dan atau pasangan kita. Dengan kata lain pernikahan akan menjadi yang sakinah, mawaddah, warahmah. Dan bukankah memang seperti itu kehidupan rumah tangga yang kita impikan?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE