Perjalanan Abadi Kita | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Perjalanan Abadi Kita

660 kali dilihat

"Demi ALLAH, tidaklah dunia itu dibanding akhirat melainkan hanyalah seperti air yang menempel dijari seseorang setelah dimasukkan kelautan. Kemudian Rasulullah SAW berisyarat dengan jari telunjuk, perhatikan seberapa banyak air yang berbekas di ujung jari tersebut." (Hr. Muslim)

Pesan Rasulullah Salallahu ‘alaihiwassalam, manusia yang djamin surga oleh Allah ini, telah disampaikan berabad-abad yang lalu bagi para umatnya. Beliau berharap agar kita tidak terlalu sibuk dengan dunia yang tidak ada habisnya, serta melupakan perjalanan abadi kita di akhirat.

Semua yang ada di dunia ini pasti ada masanya. Masa hidup, lalu mati, dan digantikan generasi yang baru berikutnya. Tidak ada satupun yang kekal, semua fana, semua sementara. Sedangkan akhirat, di sana adalah selama-lamanya. Walau akal dan kita tidak bisa menjangkau keberadaannya, namun Allah pencipta kita, yang memegang hidup dan mati kita, telah mengabarkan kepada kita di dalam Al-Quran, dan lewat lisan Rasulnya yang mulia.

"Dan sesungguhnya kampung akhirat itu adalah yang lebihbaik dan itulah sebaik- baik tempat bagi orang yang bertakwa, yaitu surga Adn,yang mereka masuk kedalamnya, mengalir dibawahnya sungai-sungai” (QS. AN-NAHL ayat 30-31)

“... Apakah kamu puas kehidupan dunia sebagai ganti kehidupan akhirat?Padahal kehidupan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirathanyalah sedikit." (QS. AT-TAUBAH ayat 38)

Jadi jangan risau atau gampang bersedih Hijabers, dengan apapun yang menimpa kita di dunia. Semua hanya cobaan dan semua hanya sementara. Akan ada bahagia pasti setelah kesedihan, ada kemenangan pasti setelah kekalahan dan akan terbit kemudahan setelah adanya kesusahan. Itulah dunia.

Dan jangan pernah menyepelekan bekal kita untuk akhirat juga, Hijabers. Karena disanalah nasib akhir kita ditentukan. Kita akan abadi disana dan selama-lamanya. Karena itu jangan pernah lepas iman Islam kita, demi apapun dan dengan alasan apapun. Iman islam kita adalah harga mati bagi kita, dan satu-satunya bekal yang akan kita bawa menghadap Allah nanti di akhirat. Persiapkan diri kita untuk perjalanan abadi itu dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah selalu memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita untuk mengumpulkan bekal kebaikan sebanyak-banyaknya. Aamiin.




Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE