Pribadi Yang Indah Adalah Yang Bisa Memaafkan | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Pribadi Yang Indah Adalah Yang Bisa Memaafkan

228 kali dilihat

(DiaryHijaber.com) - Keindahan akhlak yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa sallam, memang tidak semua orang bisa melakukannya. Hal ini karena mereka yang sanggup mencontoh beliau serta mempraktekkan apa wasiat beliau dalam kehidupan mereka sehari- hari itulah yang justru bisa disebut sebagai manusia- manusia yang istimewa. Sedangkan kebanyakan orang adalah lebih cenderung mengikuti hawa nafsu mereka sendiri, keras hati dan keras kepala.

 

Salah satu contohnya adalah tentang memaafkan kesalahan orang lain. Rasulullah yang mulia bersabda, ketika memberikan wasiat pada Jabir bin Sulaim, (yang artinya), “Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

 

Untuk mempraktekkan teladan Rasul tersebut, hanya mereka yang hatinya diberikan rahmat oleh Allah serta diluaskan pikirannya lah yang akan sanggup untuk melakukannya. Mereka juga serius mendidik diri agar tidak terlalu larut pada urusan dendam dunia. Karena mereka yakin bahwa Allah adalah yang Maha adil dalam setiap perlakuan yang mereka lakukan atau yang mereka terima.

 

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan tentang hadits di atas, “Hendaklah setiap orang memiliki sifat pemaaf. Karena Allah sangat menyukai orang yang memiliki sifat mulia tersebut, yang mudah memaafkan yang lain. Lantaran itu, ia akan diberi ganjaran. Karena jika dibalas dengan saling mempermalukan dan menjatuhkan, pasti konflik yang terjadi tak kunjung usai. Permusuhan akan tetap terus ada. Jika malah dibalas dengan diam, maka rampunglah perselisihan yang sedang berkecamuk.”

 

Kawan memang tidak mudah untuk memaafkan apalagi kepada orang yang sudah jelas- jelas menyakiti kita. Namun yakinlah bahwa dengan memaafkan, justru kita tidak sedang memberikan kebaikan kepada siapapun, kecuali diri kita sendiri. Karena semua keadilan Allah efeknya akan kembali kepada pelakunya sendiri. Dan semua manfaat amal baik juga akan menimpa orang yang melakukannnya sendiri. Jadi buktikan pada diri sendiri bahwa diri kita ini cukup bisa dibanggakan karena berhasil mendidik diri untuk tidak menjadi pribadi yang gampang meluapkan amarah, mudah membalas dendam, serta terlalu sensitif atas apapun omongan buruk orang. Setuju?

 



RELATED ARTICLE