Rendah Hati Itu Mulia | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Rendah Hati Itu Mulia

595 kali dilihat

(Diaryhijaber.com) - Suatu hari, Rasulullah memberi hadiah sebidang kebun pada Rabi'ah bin Ka'ab, sebagai hadiah pernikahannya. Kebun itu letaknya pas banget disamping kebun Abu Bakar Ash-Shiddiq. Suatu ketika, Rabi'ah sempat berselisih dengan Abu Bakar tentang sebatang pohon kurma. Rabi'ah bilang kalo pohon kurma itu miliknya, tapi Abu Bakar juga ngeklaim hal yang sama.

Pas perselisihan itu makin panas, Abu Bakar sempat bilang kata kata yang kurang asik didengar. Tapi begitu beliau tersadar, Abu Bakar menyesal dan berkata kepada Rabi'ah, "Hai Rabi'ah, ucapkan pula kata-kata seperti yang kulontarkan kepadamu, sebagai hukuman bagiku!"

Rabi'ah menjawab, "Tidak! Aku tidak akan mengucapkannya!"

"Akan kuadukan kamu kepada Rasulullah, kalau engkau tidak mau mengucapkannya!" kata Abu Bakar, lalu pergi menemui Rasulullah SAW.

Next, kerabat Rab'iah dari Bani Aslam yang mendengar kejadian itu lalu berkumpul dan marah, "Bukankah dia yang memakimu terlebih dahulu, Rabi'ah? Kemudian dia pula yang mengadukanmu kepada Rasulullah?" kata mereka.

Rabi'ah menjawab, "Celaka kalian! Tidak tahukah kalian siapa dia? Itulah "Ash-Shiddiq", sahabat terdekat Rasulullah dan orang tua kaum Muslimin. Pergilah kalian segera sebelum dia melihat kalian ramai-ramai di sini. Aku khawatir kalau-kalau dia menyangka kalian hendak membantuku dalam masalah ini sehingga dia menjadi marah. Lalu dalam kemarahannya dia datang mengadu kepada Rasulullah. Rasulullah pun akan marah karena kemarahan Abu Bakar. Kemarahan mereka berdua adalah kemarahan Allah. Akhirnya, aku yang celaka?"

Setelah ngedenger apa yang dibilang Rabi'ah, mereka semuapun lalu cabut pergi.

Abu Bakar akhirnya ketemu dengan Rasululah SAW dan cerita hal apa aja yang udah kejadian tadi. Rasulullah mengangkat kepala lalu nanya ke Rabi'ah, "Apa yang terjadi antara kau dengan Ash-Shiddiq?"

"Ya Rasulullah, beliau menghendakiku mengucapkan kata-kata makian kepadanya, seperti yang diucapkannya kepadaku. Tetapi, aku tidak mau mengatakannya," jawab Rabi'ah.

Kata Rasulullah, "Bagus! Jangan ucapkan kata-kata itu. Tetapi katakanlah, semoga Allah mengampuni Abu Bakar!"

Rabi'ah pun mengucapkan kata-kata itu. Mendengar kata-kata Rabi'ah, Abu bakar pergi sambil nangis dan bilang, "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, wahai Rabi'ah." 

*Hiks, ... brik bentar gaes.. jadi ikut terharu juga gue...

Gaes, dari kisah diatas kita dikasih contoh oleh salah seorang sahabat nabi bernama Rabi'ah, agar kita lebih dulu ngutamain gimana ridhonya Allah dari pada emosi kita sendiri. Padahal di kasus tadi, Rabi'ah berhak loh buat membalas, dan Abu Bakar yang mau dikasih balasan juga udah terima terima aja gaes. Tapi sekali lagi, Rabi'ah lebih mencari ridho Allah, dan milih buat bersikap rendah hati ke orang lain, dari pada keinginan buat menuhin egoisnya dia sendiri. 

Rabiah yang masih muda, juga ngajarin kita tentang gimana caranya ngormatin orang yang lebih tua, dan ngasih ke mereka sikap yang baik sebagai anak muda.

Rabiah yang miskin, tidak memiliki keluarga, harta dan tempat tinggal, nggak lantas lalu manfaatin momen "balas dendam" buat membela diri dengan alasan buat ngangkat derajatnya sendiri. Dia milih buat tetap santun, dan sopan. Tapi justru karena itulah, bener bener terangkatlah derajatnya dihadapan Rasulullah SAW. Bahkan Abu Bakarpun sampai menangis terharu karenanya.

Semoga, kisah ini membawa hikmah untuk kita, dan jadi contoh yang baik buat kehidupan kita gaes. Semoga kita bisa belajar  untuk paham, kalo sikap rendah hati itu, bukan berarti kita ngerendahin diri sendiri. Tapi dengan rendah hati justru bakal ngangkat diri kita, naik satu level lebih baik buat kedepannya. InshaAllah...


(NayMa/diaryhijaber.com) 




RELATED ARTICLE