Rezeki Tertakar, Tak Mungkin Tertukar | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Rezeki Tertakar, Tak Mungkin Tertukar

1.925 kali dilihat

Banyak orang merasa iri ketika melihat orang lain disekelilingnya berlimpah harta, hidup bahagia, dan sehat lahir batin. Mereka lalu membanding-bandingkan dengan keadaan dirinya sendiri, yang seakan lebih sengsara. Protes pada Allah pun akhirnya dilakukan. Mereka merasa Allah kurang adil dalam membagikan berbagai nikmat dan rejeki dalam hidup mereka.

Di sisi lain, ada orang yang sibuk melakukan sesuatu yang haram yang juga mereka namai sebagai “rezeki”. Mereka berdalih “yang haram saja susah didapat, apalagi yang halal”. Mereka lupa bahwa yang memberi rezeki adalah semata-mata dari Allah dan bukan dari usaha tangan mereka tersebut. Dan Allah memiliki aturan tersendiri atas hamba-hambaNya. Lewat lisan Rasulullah SAW, keterangan itu tersampaikan,

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad)

Allah sangat menghargai kebaikan sekecil apapun, pun ketika kita mengusahakan rezeki yang halal. Usaha kita sebenarnya tidak akan sia-sia saja. Allah pasti akan memberikan balasan yang sebaik baiknya untuk kita. Letika kita mengusahakan rezeki dengan jalan haram. Mungkin saja akan berbuah banyak atau lebih banyak. Tapi sesungguhnya hal itu tidak akan memberi ketenangan dan keberkahan bagi hidup kita, melainkan hanya akan membawa kejelekan di hari kita selanjutnya. Entah diri kita sendiri yang akan menuai, atau mungkin anak keturunan kita nanti, Hijabers. Hal ini sudah menjadi sebuah kepastian, karena “apa yang kita tanam, itulah yang akan kita panen nantinya”.

Jadi sebenarnya kita tidak diberi pilihan lain bagi diri kita kecuali hanya mengusahakan harta yang halal bagi hidup kita. Sedikit atau pun banyak jumlah yang akan kita dapat, Allah telah mengukurnya. Perlu diingat bahwa rezeki itu tidak akan mungkin diambil atau pun tertukar dengan milik orang lain. 

Karena itu, percuma saja bagi mereka yang berbuat curang, atau bahkan sampai nekat pergi ke dukun ketika melihat relasi, teman dagang, bahkan karibnya hidup lebih nyaman dan tenang. Segala cara diupayakan agar sang dukun bisa “menyumbat” rejeki orang tersebut, atau agar jalan rejeki itu malah berbalik kepadanya.

Nyatanya Hijabers, sehebat apapun yang dilakukan manusia tidak akan mungkin bisa menyamai apalagi mengungguli ketetapan Allah. Ialah yang mencipta langit dan bumi, ia pula yang memiliki aturan dan ketetapan itu. Manusia hanya seorang hamba yang harus menerima apapun ketentuanNya. Salah satunya adalah jumlah rezeki yang sudah dibagikan dan digariskan oleh Allah. Jumlah itu tidak akan mungkin tertukar, dikurangi, atau ditambahi.

Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Ia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Ia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS. Al Isra’: 30)

Jadi jangan ragu untuk selalu mengusahakan diri dalam mendapat harta yang halal bagi diri kita. Karena selain keberkahan dan keselamatan, harta dan atau rejeki yang halal juga akan menenangkan jiwa kita dari sifat tamak dan gampang iri pada apa yang diraih orang lain. Insya Allah hal inilah yang akan lebih membawa keselamatan bagi iman dan hidup kita.

 

 

 

 

 

 

Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE