Ringankan Hisabmu Sendiri, Kawan! | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Ringankan Hisabmu Sendiri, Kawan!

291 kali dilihat

Sesungguhnya kepada Kami-lah mereka akan kembali, kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.” (Qs. Al Ghasyiyah: 25-26)

Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakanNya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. (Qs. Al Mujaadilah / 58 : 6).

“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami. Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya?” Dan mereka mendapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabb-mu tidak menganiaya seorang juapun. (Qs. Al Kahfi : 49).

Kawan, setiap kita pasti akan mati. Dan lalu Allah akan menghidupkan kita lagi. Dan setelah itu sampailah kita di hari perhitungan. Dan lalu Allah akan menampakkan kepada kita semua tentang amalan kita selama di dunia. Bahkan yang sudah kita lupa, tetap akan tertulis disana. Sama sekali nggak akan ada yang terlewat disana. Semua tertulis dengan detail dan Allah sama sekali nggak pernah mendholimi kita.

Dan Pembalasan pun akhirnya ditentukan. Kita akan melihat bagaimana nasib kita selanjutnya, kita akan berada di surga ataukah harus tersiksa dineraka. 

Maka dari itu, jika kita sayang pada diri kita sendiri, pastinya kita tahu sikap yang harus kita lakukan. Yaitu menyelamatkan diri kita sendiri dengan memberikan catatan yang baik untuk buku amal kita tersebut. Buku yang kelak kita akan buka sendiri, dan bila kita sedih atau senang, kitapun juga yang pertama yang akan merasakannya sendiri.

Kalau kita sayang pada diri kita sendiri, kita juga nggak akan menjerumuskan diri kita pada kesusahan dan atau kesedihan karena begitu banyaknya kesalahan yang akhirnya membuat kita harus mendekam di neraka nantinya.

Maka dari itu, ayo selagi kita masih di dunia kita ingat pesan Rasul kita ini, “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah Subhanahu Wata’ala”. (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’)

Mari banyak-banyak kita berbuat baik dan menghitung-hitung kesalahan diri kita dulu, sebelum nantinya dihitung dosa kita di Hari Perhitungan yang dahsyat itu. Mari kita banyak-banyak bertaubat atas segala kesalahan kita agar nantinya kita bisa bahagia saat melihat buku catatan amal kita yang penuh dengan kebaikan. Setuju?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE