Ruginya Melaknat, Untungnya Berdoa | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Ruginya Melaknat, Untungnya Berdoa

163 kali dilihat

Kadang, yang namanya emosi bisa saja memuncak kapanpun. Apalagi bagi kita yang punya “bakat” gampang marah, dan gampang panas. Jadilah, acara beremosi ria ini bisa dengan mudah di gelar kapanpun, dan dimanapun.

Nggak cuma sampai disana, namanya emosi biasanya juga diikuti dengan alunan kalimat “nan indah” sebagai pelengkap suasana. Hal ini bisa jadi karena dorongan hati yang marah, dan perasaan yang nggak karuan, yang lalu sukses berduet menjadi satu. Tapi kebanyakan, orang yang lagi emosi kata-katanya adalah yang bernada tinggi, nggak asyik di dengar oleh telinga, serta berisi hal-hal yang buruk. Buruk karena isinya rata-rata adalah daftar laknat untuk orang lain yang menurutnya telah membuat orang marah.

Tapi tahukah kita kawan, bahwa ternyata kebiasaan melaknat itu jeleknya justru balik ke diri kita sendiri? Rasul pernah bersabda, (yang artinya), “Orang yang banyak melaknat tidak akan diberi syafaat dan syahadatnya tidak akan diterima pada Hari Kiamat” (HR. Muslim)

Ternyata resiko gampang lepas kontrol dan masalah yang kita kira sepele seperti "keseleo lidah" efeknya nggak sesimple yang kita kira ya?

Jadi, belajar bersabar memang nggak gampang, kawan. Apalagi buat kita yang memang dari sananya sudah punya bakat gampang marah. Tapi semua orang pastinya ingin hidup bahagia damai sentosa, kan? Maka dari itu, kontrol diri memang harus ada dalam setiap keadaan. Lebih baik kita doakan saja orang-orang itu. Kok bisa? Karena Rasul kita telah berpesan, (yang artinya),

"Do’a seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akannya adalah do’a yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada Malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia berdo’a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka Malaikat tersebut berkata: ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.’” (Hr. Muslim)

Jadi tata diri kita walaupun sedang marah. Jangan sampai setan mengambil alih diri kita, dan nanti akhirnya kita sendiri yang akan menyesal. Doakan sebaik-baiknya untuk orang lain, walaupun dia telah membuat kita sedih atau marah. Biar kebaikan itu kembali pada diri kita sendiri lagi. Bukankah kita juga ingin selalu hidup dalam kebaikan dan keadaan yang baik-baik saja selalu, kawan?

(NayMa)



RELATED ARTICLE