Saat kau Ingin Sekali Marah... | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Saat kau Ingin Sekali Marah...

387 kali dilihat

Saat kau ingin sekali marah, ...

Ingatlah bahwa dia yang sangat kau hormati yaitu Rasul mu telah berpesan, “jangan marah, jangan marah, jangan marah”. Tahan kemarahanmu karena hormatmu kepada beliau dan karena penghargaanmu atas kemuliaan beliau.

Jika kau belum bisa, maka perintahkan dirimu untuk tetap diam. Karena dengan diam, berarti kau menutup pintu-pintu setan yang menginginkan kekacauan yang lebih besar dari hal yang membuatmu marah itu.

Jangan lupa untuk duduk atau berbaring. InshaAllah dengan begitu tubuhmu akan lebih rileks dari sebelumnya. Hal ini juga seperti memberi jeda sebentar kepada emosimu yang udah kadung naik, untuk bisa turun dan adem kembali, seperti tuntunan dari Rasul yang mulia, (yang artinya), “Jika salah seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri maka hendaknya dia duduk, kalau kemarahannya belum hilang maka hendaknya dia berbaring” (HR Abu Dawud, Ahmad dan Ibnu Hibban)

Kawan, kemarahan yang datang ke diri kita memang adalah hal yang buruk. Namun kemarahan itu juga bisa membawa kita pada kemuliaan. Ini nggak mustahil terjadi, tapi syaratnya adalah asal kita juga mau bersikap mulia, yaitu dengan cara menahan marah itu sendiri agar tidak menambah masalah dan menambah runyam suasana. Susah memang, dan Allah juga sangat memahami kalau kita para hambaNya pastilah susah untuk melakukan semua itu. Maka nggak heran bila Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda bahwa mereka itu akan mendapatkan keistimewaan tersendiri kelak di hari kiamat, sebagai “hadiah” buat mereka yang udah susah payah mendidik diri mereka buat menahan marah. “Barangsiapa yang menahan kemarahannya padahal dia mampu untuk melampiaskannya maka Allah Ta’ala akan memanggilnya (membanggakannya) pada hari kiamat di hadapan semua manusia...” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Dengan begini, akhirnya kita tahu kalau nggak akan sia-sia aja semua usaha kita dalam menahan diri saat kita marah.

Kawan, marah itu emang manusiawi tapi kalau diumbar-umbar jadinya malah nggak akan ada gunanya juga. Contohnya marah sambil teriak-teriak, ngamuk, bahkan sampai pakai acara kekerasan alias adegan pukul memukul, karena cuma pengen sekedar memuaskan atau melampiaskan kemarahan itu aja. Kita lalu nggak banyak memberi penjelasan atau solusi ke orang sekitar yang buat dia marah itu, sehingga dia bisa kembali nyaman.

Karena itu yuk kita coba membuat kemarahan itu “sehat”, yaitu dengan tetap menahan rasa marah itu, diam, duduk dan atau berbaring saat kita pengen marah. Nggak cuma itu aja, jangan lupa buat memberi solusi dengan cara membicarakan baik-baik semua hal yang buat kita marah tersebut. Biar orang lain juga akhirnya ngerti mereka harus berbuat apa agar kita nggak marah kembali. Bukankah yang begitu itu kan yang selama ini kita harapkan?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE