Saat Kita Jauh Dari Allah | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Saat Kita Jauh Dari Allah

243 kali dilihat

Hati gersang, hidup bingung, pikiran linglung, semangat nggak jalan, urusan ribet, masalah makin numpuk, hari-hari bosan dan membosankan, ah! Nggak enak banget yang begini ini pastinya kawan. Biasanya salah satu indikasi dari semua ini adalah karena hati dan pikiran kita yang jauh dari Allah. Kita yang sudah terlalu sibuk dalam urusan dunia lalu hanyut dalam hiruk pikuknya, pelan tapi pasti ikut dengan arusnya. Kadang karena keadaan atau apapun alasannya, bahkan sampai menubruk aturan pun kita bisa lakukan. Sampai akhirnya hati nurani kita akhirnya teriak, bahkan berontak dan lalu protes dengan serius kepada diri kita.

Sampai di titik itu, kita lalu akan merasa capek. Bukan lelah fisik kawan, melainkan capek hati dan batin kita. Hidup merasa kosong, hari-hari dijalani tapi kita tetap merasa datar, dan nggak bersemangat aja dalam melakukan aktivitas. Kita seperti mencari sesuatu yang kadang kita nggak tahu itu apa.

Padahal sebenarnya yang kita cari hanyalah Allah, kawan. “alarm diri” kita yaitu hati kita pengen balik dan break bentar dari rutinitas dosa yang kita lakukan. Hal yang begini seharusnya justru kita syukuri. Secara, banyak diluaran sana orang yang sudah mati hatinya, bahkan di kunci mati hatinya karena saking sudah terlalu offside dalam maksiatnya. Hal yang begini difirmankan sendiri oleh Allah dan tertulis didalam Al Quran, yaitu pada surat Al Baqarah ayat ke 7, (yang artinya) “ Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka , dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat”

Bukan berarti Allah jahat, tapi kadang kita sebagai manusianya yang kelewat batas dalam melakukan kejahatan. Kita yang sudah tahu kalau kita “nggak beres” bukannya berusaha untuk kembali ke jalan Allah, tapi malah bangga diri melakukan semua kelakuan rusak itu. Sampai akhirnya Allah benar-benar menutup mata dan hati kita.  

Karena itu, jika hati kita masih protes dan lalu merasa kangen buat kembali pada jalan Allah yang baik, seharusnya memang kita harus bersyukur kawan. Karena itu tandanya bahwa hati kita masih hidup. Lalu apa yang harus kita lakukan? Ya buru-buru memenuhi permintaan mereka itu. Sebelum urusan makin ribet dibuatnya.

Secara, jauh dari Allah itu nggak enak banget. Asli. Gimana nggak, jauh dari Allah berarti menjauhkan diri kita sendiri dari rahmat Allah. Dan kalau rahmat Allah sudah jauh dari kita, mana ada manusia yang mampu menolong diri kita? Mana ada tempat di bumi ini yang bisa buat kita damai tenang dan senang? Sampai acara kontrak ke planet Mars buat menyenangkan hati kitapun juga nggak akan terjadi, sebelum akhirnya kita benar-benar menyerah dan sujud ke Allah saja.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “... Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28)

Hanya dengan mengingat Allah, kita lalu merasa hidup kita nggak gersang lagi. Hati kita juga akan tenang dan gembira. Dengan kegembiraan dan ketenangan yang sesungguhnya.

Kawan, bukan Allah yang menjauh dari kita. Tapi kitalah yang setiap saat banyak menyia-nyiakan Allah dan segala rahmatnya yang seharusnya bisa turun untuk kita. Maka sebelum kita terlalu jauh, sebaiknya memang kita segera "balik kanan" dan kembali ke alur yang benar yang bisa membuat hidup kita lebih tenang dan bahagia. Karena memang seperti itulah kan kehidupan yang selama ini kita cari?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE